
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n
Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n
Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n
Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n
Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n
BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n
Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n
Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n
Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n
Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n
Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n
Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n
Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n
Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n
BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n
Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n
Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n
Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n
Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n
Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n \"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n \"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n \"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n \"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n \"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Minta Penanganan Bencana Jadi Dasar Perkuat Kesiapsiagaan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 19:01:42","post_modified_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-minta-penanganan-bencana-jadi-dasar-perkuat-kesiapsiagaan\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p> PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p> \"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p> Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p> Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p> \"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p> Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p> Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p> Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p> ***<\/p> DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":" PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p> Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p> Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p> Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p> Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p> Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2023,"post_author":"1","post_date":"2026-09-04 12:42:30","post_date_gmt":"2026-09-04 04:42:30","post_content":"\n PROBACA.COM<\/strong> - Linimasa media sosial, tengah ramai menyoroti insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.<\/p>\n\n\n\n Salah satunya yang terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) hingga berdampak pada warga setempat hingga satwa yang akhirnya kehilangan habitatnya.<\/p>\n\n\n\n Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1238,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 18:59:45","post_date_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content":"\n JAKARTA<\/strong> \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia dalam periode pemantauan 6 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah daerah. Kondisi cuaca pada musim kemarau turut meningkatkan potensi kebakaran, sementara di beberapa wilayah lain masyarakat mulai merasakan dampak kekeringan dan keterbatasan air bersih.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla menghanguskan sekitar 13 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Selingsing, Kecamatan Gantung; Desa Lalang, Kecamatan Manggar; serta Desa Mangkubang, Kecamatan Damar.<\/p>\n\n\n\n Petugas gabungan berhasil memadamkan api pada Kamis (6\/8). Kondisi di lokasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Karhutla juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (5\/8) menghanguskan sekitar 2,5 hektare lahan di Desa Kaliancar dan Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) sekitar pukul 14.30 WIB. Kebakaran tidak lagi mengancam permukiman maupun aktivitas warga di sekitar lokasi.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, kekeringan mulai memberikan dampak signifikan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n\n\n\n Sejak Selasa (28\/7), sedikitnya 7.980 kepala keluarga atau sekitar 25.830 jiwa terdampak akibat berkurangnya ketersediaan air bersih.<\/p>\n\n\n\n BPBD Kabupaten Bandung telah menyalurkan sekitar 148.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n Di Sulawesi Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow pada Kamis (6\/8). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 3,5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, dan Desa Lolak 2, Kecamatan Lolak. Tim gabungan masih melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.<\/p>\n\n\n\n Karhutla dengan luasan yang lebih besar terjadi di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Kebakaran berlangsung sejak Rabu (29\/7) dan penanganannya terus dilakukan hingga Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar masih dalam proses pendataan dan diperkirakan mencapai sekitar 55 hektare. Lokasi kebakaran meliputi Kelurahan Rante Kalua, Kecamatan Mengkendek; Kelurahan Mendetek, Kecamatan Makale Utara; serta sebagian wilayah Kecamatan Makale.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Kamis (6\/8) pukul 20.30 WITA. Kondisi di lokasi saat ini dinyatakan terkendali.<\/p>\n\n\n\n Di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, karhutla terjadi di Desa Poni-Poniki, Kecamatan Tirawuta, pada Kamis (6\/8).<\/p>\n\n\n\n Luas lahan yang terbakar sekitar 6 hektare. Petugas berhasil memadamkan api pada hari yang sama sehingga kebakaran tidak meluas ke wilayah lainnya.<\/p>\n\n\n\n Kebakaran lahan juga terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya, pada Rabu (5\/8).<\/p>\n\n\n\n Kebakaran terjadi di Desa Malasilen, Kecamatan Sorong Utara, dan Desa Rufei, Distrik Sorong Barat. Luas lahan terdampak mencapai sekitar 10 hektare, atau bertambah sekitar 5 hektare dibandingkan laporan sebelumnya.<\/p>\n\n\n\n Api berhasil dipadamkan pada Rabu (5\/8) pukul 22.15 WIT.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Sorong di Kelurahan Melasilen, Distrik Sorong Utara, pada Kamis (6\/8). Luas area TPA yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektare.<\/p>\n\n\n\n Proses pemadaman selesai dilakukan pada hari yang sama dan kondisi lokasi dinyatakan aman.<\/p>\n\n\n\n BNPB juga masih melakukan pendampingan penanganan karhutla di sejumlah provinsi prioritas, seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Timur.<\/p>\n\n\n\n Pendampingan dilakukan melalui operasi darat, dukungan tim udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG untuk tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan.<\/p>\n\n\n\n Kondisi tersebut terutama diperkirakan terjadi di sebagian Sumatera bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.<\/p>\n\n\n\n Cuaca cerah dan kering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi secara lokal pada sore hingga malam hari di sejumlah wilayah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas atmosfer tersebut juga dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan angin kencang sesaat, petir, maupun hujan lokal.<\/p>\n\n\n\n BNPB mengimbau pemerintah daerah dan BPBD memperkuat patroli terpadu di wilayah rawan karhutla, meningkatkan deteksi dini titik panas, serta memastikan kesiapan personel dan peralatan pemadaman.<\/p>\n\n\n\n Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api, warga diimbau segera melaporkannya agar dapat ditangani sebelum api meluas.<\/p>\n\n\n\n Untuk daerah yang mengalami kekeringan, pemerintah daerah diminta memastikan ketersediaan air bersih dan mengoptimalkan distribusinya kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Warga juga diimbau menghemat penggunaan air serta mengikuti informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. ***<\/p>\n","post_title":"BNPB Catat Karhutla di Sejumlah Daerah, Puluhan Ribu Warga Terdampak Kekeringan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bnpb-catat-karhutla-di-sejumlah-daerah-puluhan-ribu-warga-terdampak-kekeringan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 18:59:45","post_modified_gmt":"2026-08-07 10:59:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1238","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n\n\n\n Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n\n\n\n Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n\n\n\n Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n\n\n\n Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n\n\n\n Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n\n\n\n \"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n \"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n\n\n\n Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3950,"post_author":"9","post_date":"2026-09-18 16:16:38","post_date_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan penindakan tegas terhadap korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk pencabutan izin dan penyelidikan unsur pidana.<\/p> Instruksi itu disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah bencana di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.<\/p> Dalam rapat tersebut, Presiden menyoroti laporan Kapolri mengenai kebakaran yang disengaja dan dugaan keterlibatan puluhan korporasi.<\/p> \u201cJadi semua tadi yang dinilai oleh Kapolri, diverifikasi yang melanggar, kita akan bertindak dengan keras. Apalagi yang sudah diberi sanksi tahun-tahun yang dulu, kalau sekarang masih dia melanggar, berarti tidak ada jalan lain, kita harus cabut semua izin-izinnya,\u201d tegas Presiden.<\/p> Prabowo menyatakan pencabutan izin harus segera dilakukan jika hasil verifikasi pihak terkait membuktikan adanya tanggung jawab korporasi atas kebakaran. Ia menegaskan tidak boleh ada toleransi terhadap pelanggaran yang telah terbukti.<\/p> \u201cDan akan kita lakukan dalam waktu dekat, saya minta tidak usah lagi ada macam-macam kalau memang sudah jelas bahwa dia bertanggung jawab, kita harus cabut semua izinnya. Dan bila perlu setelah dicabut, tetap kita selidiki unsur pidananya. Tidak ada ampun mulai sekarang,\u201d lanjutnya.<\/p> Presiden juga meminta Kapolri mengerahkan seluruh jajaran untuk mendalami dugaan pelanggaran secara menyeluruh. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab atas kebakaran dikenai tindakan sesuai pelanggarannya.<\/p> \u201cKapolri saya minta all out. Saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak. Kita tidak bisa lagi toleransi soal ini,\u201d ujar Presiden.<\/p> Selain penegakan hukum, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah menjaga kesiapan dalam menangani karhutla. Berdasarkan laporan yang diterimanya, kondisi dalam satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan sehingga kewaspadaan perlu ditingkatkan.<\/p> \u201cKita harus punya stamina, ketahanan, tadi sudah dilaporkan satu setengah bulan ke depan masih cukup rawan, tapi kita sekarang akan mencari langkah-langkah solusi menyeluruh,\u201d ujar Presiden.<\/p> Presiden menilai penanganan karhutla saat ini harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat. Ia meminta persiapan dilakukan secara lebih masif agar pencegahan dan penanganan kebakaran hutan pada masa mendatang berlangsung lebih cepat, terpadu, dan efektif.<\/p> \u201cDan ini juga mengingatkan kita bahwa persiapan kita harus lebih masif, dan penanganan-penanganan yang akan datang saya yakin akan lebih baik dari pengalaman kita sekarang. Saya tekankan bahwa masalah kebakaran hutan ini harus kita benar-benar kendalikan,\u201d tegas Presiden.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Setkab RI<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Prabowo Perintahkan Cabut Izin Korporasi Pelaku Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-18 16:16:38","post_modified_gmt":"2026-09-18 08:16:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/prabowo-perintahkan-cabut-izin-korporasi-pelaku-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":" Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p> Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p> Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p> Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p> \u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p> Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3141,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 19:01:42","post_date_gmt":"2026-09-07 11:01:42","post_content":" PROBACA.ID - Presiden Prabowo Subianto meminta setiap bencana yang terjadi di Indonesia dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan nasional. Pesan tersebut disampaikan saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan mitigasi bencana bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video, Senin, 7 September 2026.<\/p> Dalam rapat itu, Presiden memantau dan mengevaluasi penanganan sejumlah peristiwa, yakni gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan lahan. Ia menegaskan Indonesia harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana.<\/p> \u201cKita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,\u201d ujar Presiden.<\/p> Menurut Prabowo, kondisi geografis Indonesia membuat penguatan kesiapsiagaan tidak dapat dilakukan secara temporer. \u201cIni adalah takdir kita negara yang berada di lingkaran api atau the ring of fire. Jadi ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,\u201d kata Presiden.<\/p> Untuk penanganan pascagempa di Flores, pemerintah terus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali berfungsi.<\/p> Pemerintah juga melanjutkan pemulihan melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, pembangunan hunian sementara, serta verifikasi kerusakan rumah sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk mendukung langkah tersebut, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur.<\/p> Presiden menilai seluruh respons bencana perlu dievaluasi agar kekurangan yang ditemukan dapat menjadi dasar perbaikan. Prinsip itu turut diterapkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan yang masih berlangsung.<\/p> Pemerintah menjalankan operasi darat dan udara untuk memadamkan api sekaligus mengantisipasi kemunculan titik kebakaran baru. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, sedangkan 36 pesawat digunakan dalam operasi water bombing.<\/p> Penegakan hukum dalam kasus karhutla juga terus berjalan. Sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Presiden secara khusus meminta penyelidikan terhadap dugaan pembakaran hutan yang dilakukan dengan sengaja, termasuk kemungkinan keterlibatan korporasi.<\/p> \u201cSaya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,\u201d tegas Presiden.<\/p> Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau menimbulkan dampak terhadap penerbangan karena sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara terdampak, sehingga pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi gangguan, termasuk operasi modifikasi cuaca guna membantu meluruhkan abu vulkanik.<\/p> Penanganan terhadap dampak transportasi juga dilakukan agar masyarakat yang mengalami gangguan perjalanan memperoleh kepastian. Menurut Presiden, pengalaman dalam menangani berbagai peristiwa tersebut harus digunakan untuk membangun sistem mitigasi yang lebih kuat.<\/p> \u201cSaya lihat reaksi terhadap kebakaran hutan kita juga cukup masif walaupun di sana-sini mungkin ada keterlambatan, tapi itu kita catat untuk selanjutnya kita mengambil langkah-langkah yang antisipatif,\u201d ujar Presiden.<\/p> Prabowo meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan kemampuan yang tersedia setelah bencana terjadi. Kesiapan, menurut dia, harus dibangun jauh sebelum keadaan darurat muncul.<\/p> \u201cKita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang,\u201d kata Presiden.<\/p> Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana yang menyeluruh dan masif. Penguatan akan mencakup sumber daya serta peralatan, antara lain helikopter, pompa air, kendaraan pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat untuk modifikasi cuaca, dan drone.<\/p> \u201cJadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,\u201d lanjut Presiden.<\/p> Pemerintah selanjutnya akan terus mengevaluasi percepatan pemulihan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di Flores, meningkatkan kesiapan menghadapi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau terhadap kehidupan masyarakat dan transportasi, serta memperkuat kemampuan pemadaman dan penegakan hukum dalam kasus kebakaran hutan dan lahan.<\/p> Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti pada penyelesaian keadaan darurat. Setiap kejadian perlu dijadikan pengalaman untuk memperkuat sistem nasional dan membangun kesiapsiagaan sebelum bencana berikutnya terjadi.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nKekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n
Kekeringan di Bandung<\/h3>\n\n\n\n
Karhutla juga terjadi di Sorong<\/h3>\n\n\n\n
Cuaca cerah berpotensi tingkatkan risiko karhutla<\/h3>\n\n\n\n