\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n\n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n\n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n\n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n\n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n\n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n\n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n\n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n\n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n\n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n\n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n\n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n \n\n\n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n \n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n \n\n\n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n \n\n \n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n \n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n \n\n\n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n \n\n \n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n \n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n \n\n\n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n \n\n \n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n \n\n \n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n \n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n\n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n \n\n \n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n \n\n \n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n \n\n \n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n \n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n \n\n\n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n \n\n \n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n \n\n \n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n \n\n \n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n \n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM - Peningkatan jumlah pasien infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di tengah paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kesiapan layanan kesehatan. Kunjungan pasien yang biasanya sekitar 170 orang sehari disebut meningkat menjadi rata-rata 300-an orang.<\/p>\n \n\n\n

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, peningkatan tersebut perlu diikuti kesiapan fasilitas kesehatan dalam memenuhi kebutuhan penanganan pasien.<\/p>\n \n\n \n

\"Biasanya sehari sekitar 170 pasien, tapi saat ini dalam sehari bisa rata-rata 300-an orang,\" ungkap Markarius dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru per 21 September 2026 mencatat 5.587 warga mengalami gangguan kesehatan dalam satu bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.987 merupakan kasus ISPA yang tercatat di 21 puskesmas.<\/p>\n \n\n \n

Dengan demikian, ISPA mencakup sekitar 89 persen dari keseluruhan gangguan kesehatan yang dilaporkan. Sisanya meliputi pneumonia, asma, iritasi kulit, hingga mata merah.<\/p>\n \n\n \n

Dominasi kasus gangguan pernapasan itu menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah persoalan asap karhutla. Namun, data yang disampaikan belum memerinci seberapa besar kasus tersebut telah dipastikan berkaitan langsung dengan paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Pemkot Pekanbaru menginstruksikan seluruh 21 puskesmas untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melengkapi kebutuhan pelayanan, khususnya bagi pasien ISPA.<\/p>\n \n\n \n

\"Kita sudah minta dinas kesehatan untuk segera mengaktifkan seluruh Puskesmas, untuk melengkapi kebutuhan-kebutuhan terkait penanganan ISPA,\" jelas Markarius.<\/p>\n \n\n \n

Peningkatan kunjungan harian tersebut menggambarkan bertambahnya kebutuhan pelayanan kesehatan. Sementara itu, angka 4.987 kasus ISPA merupakan catatan dalam kurun satu bulan. Kedua data ini memiliki rentang waktu berbeda sehingga perlu dibaca sesuai cakupannya.<\/p>\n \n\n \n

Persoalan kesehatan di tengah karhutla juga dilaporkan di sejumlah daerah lain. Berdasarkan laporan per 16 September 2026, Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 151 ribu kasus ISPA di tujuh provinsi yang mencakup 63 kabupaten\/kota.<\/p>\n \n\n \n

Angka nasional tersebut memiliki tanggal pelaporan dan cakupan wilayah berbeda dengan data Pekanbaru per 21 September 2026, sehingga tidak dapat langsung dijumlahkan.<\/p>\n \n\n \n

Untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan di tujuh provinsi. Juru Bicara Kemenkes Widyawati mengatakan, langkah itu ditujukan untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat sekaligus mendukung tenaga kesehatan daerah.<\/p>\n \n\n \n

Dukungan juga diberikan melalui bantuan logistik berupa 1.927.554 masker, 280 unit konsentrator oksigen atau oxygen concentrator, serta 36 tabung oksigen.<\/p>\n \n\n \n

Dalam penanganannya, Kemenkes menempatkan masyarakat yang rentan mengalami gangguan kesehatan sebagai prioritas perlindungan.<\/p>\n \n\n \n

\"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama,\" kata Widyawati dalam keterangannya, Senin (21\/9\/2026).<\/p>\n \n\n \n

\"(Hal itu) dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini,\" tambahnya.<\/p>\n \n\n \n

Kemenkes juga mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker selama menghadapi paparan asap.<\/p>\n \n\n \n

Meski jumlah kasus telah dilaporkan, bahan keterangan tersebut belum memerinci nama tujuh provinsi, periode akumulasi lebih dari 151 ribu kasus ISPA, maupun tingkat keparahan pasien. Rincian itu diperlukan untuk memahami persebaran dan perkembangan gangguan kesehatan, serta menilai kebutuhan pelayanan di setiap wilayah.<\/p>\n \n\n \n

***<\/p>\n ","post_title":"Kala Lonjakan ISPA Efek Karhutla Menguji Layanan Kesehatan","post_excerpt":"Peningkatan kunjungan pasien mendorong penguatan layanan di puskesmas, sementara perlindungan kelompok rentan jadi prioritas di Pekanbaru.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kala-lonjakan-ispa-efek-karhutla-menguji-layanan-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-21 23:29:45","post_modified_gmt":"2026-09-21 15:29:45","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4334","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3087,"post_author":"9","post_date":"2026-09-07 01:05:16","post_date_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari bagi peserta didik PAUD, TK, SD, dan SMP. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap dampak kualitas udara setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).<\/p>

PJJ dijadwalkan berlangsung pada Senin (7\/9\/2026) dan Selasa (8\/9\/2026). Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan keputusan itu diprioritaskan untuk melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang menjadi perhatian.<\/p>

\"Kita tentu tidak bisa membuat setiap keputusan menyenangkan semua orang. Ada orang tua yang mungkin ingin anaknya tetap sekolah seperti biasa, ada juga yang khawatir dengan kondisi udara. Tetapi ketika menyangkut kesehatan, terutama kesehatan anak-anak kita, bagi kami keselamatan dan kesehatan harus menjadi nomor satu,\" kata Agung dalam keterangannya, Minggu (6\/9\/2026).<\/p>

Menurut Agung, Pemkot Pekanbaru memantau perkembangan kualitas udara secara berkala selama dua hingga tiga hari terakhir. Pemantauan dilakukan dengan mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipantau Dinas Lingkungan Hidup (DLH).<\/p>

Laporan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2,5 pada pukul 19.00 WIB mencapai 199,23 \u00b5g\/m\u00b3. Angka tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah mengambil langkah pencegahan, terutama untuk melindungi kelompok rentan dari paparan udara yang tidak sehat.<\/p>

\"Jadi keputusan ini bukan berdasarkan perkiraan kita sendiri. Kita melihat data BMKG, kemudian DLH juga terus melakukan pemantauan melalui ISPU secara berkala. Setelah itu kita dengarkan pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru. Dari situlah keputusan ini kita ambil,\" jelas Agung.<\/p>

Dalam rapat pembahasan kondisi tersebut, dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan turut memberikan pertimbangan mengenai dampak kualitas udara terhadap kesehatan. Berdasarkan laporan pelayanan kesehatan, terjadi peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.<\/p>

Anak-anak, lanjut usia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta disebut sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap paparan udara tidak sehat. Atas pertimbangan tersebut, pemerintah mengurangi paparan anak-anak terhadap kondisi udara luar selama satu hingga dua hari.<\/p>

Agung menegaskan bahwa penerapan PJJ bukan berarti peserta didik diliburkan. Anak-anak tetap memperoleh layanan pendidikan, hanya pelaksanaannya dilakukan sementara dari jarak jauh.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/p>\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Pemkot Pekanbaru Terapkan PJJ Dua Hari Imbas Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-07 01:05:16","post_modified_gmt":"2026-09-06 17:05:16","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pemkot-pekanbaru-terapkan-pjj-dua-hari-imbas-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":2705,"post_author":"9","post_date":"2026-09-05 21:25:06","post_date_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content":"

PROBACA.ID - Pemerintah Kota Pekanbaru memperkuat kolaborasi dengan ulama dan pesantren untuk mendukung pembangunan daerah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kerja sama dengan unsur keagamaan di wilayahnya.<\/p>

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengajak ulama dan santri untuk turut mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia segera berakhir. Permintaan doa itu disampaikan di tengah perhatian terhadap kondisi karhutla yang masih menjadi persoalan di Tanah Air.<\/p>

Dalam keterangannya, Pemko Pekanbaru menempatkan ulama dan pesantren sebagai bagian dari kolaborasi dalam pembangunan daerah. Kerja sama tersebut mencakup keterlibatan unsur ulama serta lingkungan pesantren dalam mendukung agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah kota.<\/p>

Selain memperkuat hubungan dengan ulama dan pesantren, Agung Nugroho juga menyampaikan harapan agar doa dari para ulama dan santri dapat menyertai upaya untuk mengakhiri karhutla. Ia meminta agar Indonesia terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan tersebut.<\/p>

Kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, ulama, dan pesantren menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah terhadap pembangunan sekaligus persoalan karhutla. Pemerintah kota berharap dukungan dari kalangan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan upaya pembangunan daerah dan harapan agar karhutla segera berakhir.<\/p>

Dengan demikian, ajakan Wali Kota Pekanbaru tidak hanya berkaitan dengan penguatan kerja sama pemerintah dan lembaga keagamaan, tetapi juga doa bagi kondisi Indonesia. Agung Nugroho mengarahkan ulama dan santri untuk mendoakan agar kebakaran hutan dan lahan dapat segera selesai.<\/p>***\n

Sumber: Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Wali Kota Pekanbaru Ajak Ulama dan Santri Doakan Karhutla Berakhir","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-05 21:25:06","post_modified_gmt":"2026-09-05 13:25:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/wali-kota-pekanbaru-ajak-ulama-dan-santri-doakan-karhutla-berakhir\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Tag: Pekanbaru