PROBACA.ID –
Bagaimana kalau mencari lagu baru, memutar podcast, atau membuat playlist bisa dilakukan tanpa membuka-buka menu Spotify? Cukup ngobrol dengan asisten AI, lalu biarkan ia mengurus sisanya.
Itulah kemampuan baru yang dibawa Meta Muse. Mulai 24 September 2026, agen AI milik Meta ini dapat terhubung ke Spotify. Pengguna cukup meminta Muse untuk menghubungkan akunnya, kemudian berbagai aktivitas Spotify bisa dilakukan langsung dari percakapan.
Muse dapat memutar musik, audiobook, dan podcast. Ia juga bisa menyimpan konten ke perpustakaan Spotify, membuat playlist, serta membantu menemukan musik, buku audio, atau podcast baru. Rasanya seperti punya teman yang paham selera hiburan kita dan siap mencarikan tontonan atau pendengaran berikutnya.
Baca Juga
Fitur yang cukup menarik adalah Personal Podcast. Muse bisa mengubah briefing harian, catatan, dan ide pengguna menjadi konten audio. Hasilnya kemudian disimpan ke perpustakaan Spotify. Jadi, catatan yang biasanya hanya terselip di aplikasi bisa diubah menjadi sesuatu yang dapat didengarkan sambil berkendara atau bersantai.
Integrasi Spotify ini menyusul koneksi Muse dengan sejumlah layanan lain, seperti Box, GitHub, Granola, Notion, Expedia, Turo, Viator, 1Password, OpenTable, Peloton, Plaid, dan Ticketmaster. Meta juga menyebut dukungan untuk layanan pembayaran, termasuk Shop Pay milik Shopify, Stripe Link, serta PayPal.
Namun, ada satu batasan penting. Muse saat ini baru tersedia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Meta belum menyebut kapan layanan ini akan hadir di negara lain, meski peluncuran ke wilayah tambahan diperkirakan akan dilakukan pada masa mendatang.
Muse sendiri hadir sebagai agen AI dengan avatar yang bisa diubah atau dikustomisasi. Pengguna dapat terus mengobrol dengannya untuk meminta bantuan, baik di layanan yang sudah terhubung maupun di ekosistem Meta seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Threads. Semua fungsi ini tersedia secara gratis.
Pada akhirnya, Spotify bukan lagi sekadar aplikasi yang kita buka untuk memilih lagu. Dengan Muse, ia mulai terasa seperti perpustakaan hiburan yang bisa diatur lewat obrolan—dan satu percakapan sederhana dapat mengubah catatan harian menjadi podcast pribadi.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
DiolahSumber: GSMArena
















































