Ariel, Bulan Uranus yang Mungkin Pernah Menyimpan Lautan Raksasa

Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily

PROBACA.ID – Bayangkan melihat permukaan sebuah bulan yang ukurannya tak jauh dari jarak Tucson ke Salt Lake City. Dari jauh, Ariel tampak seperti bongkahan es biasa. Namun jika diperhatikan lebih dekat, permukaannya penuh retakan, punggungan, dan lembah panjang—seolah-olah pernah diremas dari berbagai arah.

Apa yang bisa membuat dunia kecil di luar sana mengalami “penyiksaan” sebesar itu? Jawaban yang mungkin justru tersembunyi jauh di bawah permukaannya: sebuah lautan bawah tanah dengan kedalaman sekitar 100 mil, atau kira-kira 160 kilometer.

Ariel merupakan bulan paling terang milik Uranus dan bulan terdekat kedua dari planet tersebut. Diameternya sekitar 1.159 kilometer, menjadikannya bulan terbesar keempat di sistem Uranus. Meski relatif kecil, permukaannya sangat rumit. Kawah tumbukan kuno berdampingan dengan wilayah yang tampak jauh lebih muda. Beberapa bagian yang mulus bahkan diduga terbentuk melalui kriovulkanisme—semacam “gunung api es”, ketika air, es, atau material mudah menguap menyembur keluar, bukan batuan cair seperti pada gunung api di Bumi.

Untuk mencari tahu penyebabnya, Caleb Strom dari University of North Dakota dan timnya memetakan struktur besar di permukaan Ariel. Mereka lalu memakai program komputer untuk menghitung tekanan pasang-surut yang mungkin dialami bulan itu. Sederhananya, gravitasi Uranus bisa meregangkan dan meremas Ariel berulang kali, mirip bola yang dipelintir sedikit setiap kali mengelilingi planet.

Baca Juga

Kuncinya ada pada bentuk orbit. Saat ini orbit Ariel hampir berbentuk lingkaran. Namun pada masa lalu, orbitnya mungkin memiliki eksentrisitas sekitar 0,04—sekitar 40 kali lebih besar daripada sekarang. Angka itu tetap terlihat hampir bulat, tetapi cukup untuk memperkuat tarikan gravitasi dan menghasilkan tekanan besar pada kerak esnya.

Menurut Alex Patthoff, ilmuwan senior di Planetary Science Institute sekaligus salah satu penulis penelitian, retakan sebesar itu membutuhkan dua kemungkinan: lapisan es yang sangat tipis di atas lautan besar, atau orbit yang lebih lonjong dengan lautan yang lebih kecil. Apa pun skenarionya, keberadaan lautan tetap diperlukan.

Temuan ini menarik karena penelitian sebelumnya dari tim yang sama menemukan kemungkinan serupa pada Miranda, bulan Uranus lainnya. Artinya, sistem Uranus mungkin pernah memiliki dua “dunia lautan” tersembunyi. Namun para ilmuwan belum tahu kapan lautan itu muncul atau berapa lama bertahan.

Petunjuk berikutnya mungkin datang dari misi antariksa masa depan. Selama ini, manusia baru melihat belahan selatan Ariel dan Miranda. Dengan memotret belahan utaranya, wahana antariksa dapat menguji apakah retakan dan punggungan yang diprediksi model benar-benar ada. Jadi, di balik permukaan es yang tampak sunyi, Ariel mungkin menyimpan jejak masa lalu yang jauh lebih bergolak—dan lautan raksasa yang kini hanya tinggal misteri.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber ScienceDaily

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement