PROBACA.ID – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM), Pondok Modern Darussalam Gontor Putra Kampus Pusat, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.
Peringatan satu abad PMDG tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang Gontor di bidang pendidikan sekaligus merefleksikan pengabdian pondok saat memasuki abad kedua.
Ribuan santri yang membawa bendera Merah Putih menyambut kedatangan Presiden Prabowo. Di lokasi acara, Kepala Negara disambut Ketua Badan Wakaf PMDG Dr. K.H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A., bersama Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal dan K.H. Muhammad Akrim Mariyat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne “Oh Pondokku”. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 70 hingga 73 serta doa bersama yang dipimpin Ketua Badan Wakaf PMDG.
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal dalam sambutannya menyampaikan perjalanan dan arti satu abad pengabdian PMDG bagi masyarakat, bangsa, dan dunia. Ia mengatakan para pendiri Gontor telah mewakafkan ide, nilai, sistem, lembaga, serta kecintaan kepada Indonesia.
“Sehingga mudah-mudahan Bapak Presiden dan bangsa Indonesia termasuk yang menerima wakaf cinta pondok ini. Dan semuanya mencintai kita semua,” ujar K.H. Hasan Abdullah Sahal.
Setelah memberikan sambutan, K.H. Hasan Abdullah Sahal menyerahkan buku Gontor untuk Indonesia dan Mushaf Gontor kepada Presiden Prabowo. Mushaf tersebut menjadi salah satu legasi peringatan satu abad PMDG. Proses penulisannya dimulai sejak 2023 dan melibatkan lingkungan santri serta guru Gontor.
Para tamu juga menyaksikan video berjudul “Perjalanan 100 Tahun Gontor Mengabdi untuk Bangsa dan Dunia” yang memuat perjalanan pondok selama satu abad. Acara kemudian diteruskan dengan sambutan Wakil Grand Sheikh Prof. Dr. Muhammed Abdelrahman Mohamed Eldweny.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir bersama keluarga besar Gontor pada peringatan satu abad perjalanan pondok tersebut.
“Kita bersyukur atas kesehatan dan nafas yang masih diberikan kepada kita sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang mulia ini, dalam acara yang sangat istimewa ini, yaitu resepsi kesyukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur,” ujar Presiden.
Resepsi tersebut dihadiri lebih dari 8 ribu undangan. Mereka terdiri atas unsur pimpinan lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, duta besar negara sahabat, pimpinan TNI dan Polri, kepala daerah, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, pengasuh pesantren, akademisi, alumni, serta keluarga besar PMDG.
Usai acara utama, Presiden Prabowo dijadwalkan menandatangani dua prasasti yang menjadi bagian dari legasi satu abad PMDG. Kedua prasasti itu mencakup Prasasti Peresmian Renovasi Aula BPPM dan Prasasti Peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
BPPM merupakan salah satu bangunan bersejarah di lingkungan Gontor. Gedung yang sebelumnya bernama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM) itu pertama kali dibangun sekitar 1933–1934 dan telah beberapa kali direnovasi. Rekonstruksi terbaru dimulai pada Juli 2024 sebagai bagian dari persiapan menuju satu abad Gontor.
Sementara itu, Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor menjadi salah satu legasi pendidikan yang menandai langkah PMDG memasuki abad kedua. Kedua fasilitas tersebut menggambarkan pengembangan Gontor dari pendidikan pesantren menuju penguatan pendidikan tinggi dan pengabdian yang lebih luas.
Resepsi Kesyukuran 100 Tahun PMDG merupakan bagian dari puncak peringatan satu abad Gontor yang berlangsung pada 18-20 September 2026. Momentum tersebut menjadi titik tolak bagi kelanjutan pengabdian Gontor kepada agama, masyarakat, bangsa, dan dunia pada abad berikutnya.
(BPMI SETPRES)
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Setkab RI
















































