
\u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n
Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":"
PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p>
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p>
Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p>
\"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p>
Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p>
Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p>
Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p>
Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p>
\"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n
Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n \u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n \u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>*** Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Telepon Misterius Jeda Rapat Purbaya Bersama DPD RI","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-14 20:20:41","post_modified_gmt":"2026-09-14 12:20:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/telepon-misterius-jeda-rapat-purbaya-bersama-dpd-ri\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Pergantian tersebut menutup perjalanan Purbaya sebagai bendahara negara sejak menggantikan Sri Mulyani pada September 2025. Selama menjabat, ia dikenal melalui gaya komunikasinya yang blak-blakan, sejumlah kebijakan ekonomi, serta pernyataan yang beberapa kali memicu perbincangan publik.<\/p>\n\n\n\n Salah satu ciri yang paling melekat pada Purbaya ialah cara bicaranya yang ceplas-ceplos. Gaya tersebut dinilai berbeda dari Sri Mulyani yang cenderung formal dalam menyampaikan kebijakan fiskal.<\/p>\n\n\n\n Purbaya pernah menggambarkan gaya komunikasinya seperti seorang \u201ckoboi\u201d. Meski terkesan spontan, ia menegaskan bahwa setiap pernyataan dan kebijakan tetap didasarkan pada perhitungan.<\/p>\n\n\n\n \u201cJadi saya kelihatannya gayanya kan selonongan kan sembarangan, tapi enggak,\u201d ungkap Purbaya pada 29 September 2025.<\/p>\n\n\n\n \u201cKita hitung dengan benar, jadi koboinya pistolnya banyak,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n Selain gaya komunikasinya, Purbaya juga menjadi perhatian ketika menempatkan dana pemerintah sebesar Rp200 triliun di bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara.<\/p>\n\n\n\n Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sekaligus mendorong penyaluran kredit kepada sektor produktif.<\/p>\n\n\n\n \u201cBukan mau gaya-gayaan. Saya taruh Rp200 triliun, sebetulnya untuk membangun ekspektasi (ekonomi) yang positif,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Jakarta, 28 Oktober 2025.<\/p>\n\n\n\n Penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar itu sempat mengundang sorotan. Purbaya kemudian meminta bank-bank penerima dana agar tidak menyalurkannya kepada kelompok konglomerasi maupun menggunakannya untuk membeli dolar.<\/p>\n\n\n\n \u201cSebetulnya kita minta ke perbankan yang terima dana itu, jangan Anda kasih ke konglomerat itu dan nggak boleh beli dolar, karena kalau nggak rupiahnya akan diperlemahkan,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Menjelang berakhirnya masa jabatan, Purbaya kembali menjadi sorotan setelah menyebut Danantara akan menyetorkan dana sebesar Rp120 triliun kepada pemerintah.<\/p>\n\n\n\n \u201cAh dia katanya bilang, saya (Danantara) nggak tahu,\u201d kata Purbaya dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2026 di Jakarta, 3 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan tersebut kemudian memicu polemik setelah pimpinan Danantara membantah adanya kesepakatan mengenai setoran tersebut.<\/p>\n\n\n\n Polemik Danantara menjadi salah satu isu terakhir yang mengiringi perjalanan Purbaya di Kementerian Keuangan. Kini, setelah jabatannya berakhir, ia meninggalkan catatan tentang gaya komunikasi yang tidak biasa, kebijakan penempatan dana pemerintah dalam jumlah besar, serta sejumlah pernyataan yang mengundang perhatian publik.*<\/p>\n","post_title":"Setahun Menjabat, Purbaya Tinggalkan Jejak Kebijakan dan Polemik","post_excerpt":"Jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI berakhir dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"setahun-menjabat-purbaya-tinggalkan-jejak-kebijakan-dan-polemik","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-15 16:53:49","post_modified_gmt":"2026-09-15 08:53:49","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3747","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3698,"post_author":"9","post_date":"2026-09-14 18:16:52","post_date_gmt":"2026-09-14 10:16:52","post_content":" PROBACA.ID - Rapat antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan DPD RI di Gedung DPD RI, Senayan, Jakarta, Senin (14\/9\/2026), sempat dihentikan sementara setelah pimpinan sidang menyampaikan adanya telepon yang ditujukan kepada Purbaya.<\/p> Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak, termasuk Bappenas dan perwakilan Bank Indonesia. Saat itu, Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dan memaparkan sejumlah materi, termasuk mengenai surat utang pemerintah.<\/p> Ketika Purbaya menyampaikan paparan, salah satu pimpinan DPD RI menyela dan meminta rapat diskors. Pimpinan tersebut menyebut ada telepon yang perlu diperiksa oleh Purbaya.<\/p> \"Pak Menteri, saya putus dulu. Karena ini ada telepon dari Men... (suara tidak jelas) Pak Menteri tolong dilihat. Teleponnya... ada... (suara tidak jelas),\" kata pimpinan kepada Purbaya.<\/p> Purbaya kemudian menghentikan pemaparannya dan menoleh ke arah jajaran untuk menindaklanjuti telepon tersebut. Rapat terpantau berhenti selama beberapa menit.<\/p> Setelah jeda, siaran YouTube DPD RI menampilkan paparan Wakil Menteri PPN\/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard.<\/p> Pada sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru. Suahasil ditunjuk untuk menggantikan Purbaya.<\/p> Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (14\/9\/2026). Prabowo memimpin langsung pembacaan sumpah jabatan.<\/p> \"Demi Tuhan saya berjanji. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,\" ujar Prabowo diikuti Suahasil.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nPolemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nPolemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nPolemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nPolemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nPolemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nPolemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nGebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nGebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nGebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nGebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nGebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\nGebrakan Dana Rp200 Triliun untuk Himbara<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
Polemik Setoran Danantara Rp120 Triliun<\/strong><\/h3>\n\n\n\n
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n