\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Istana Negara mencatatkan babak sejarah politik baru pada Jumat (2\/10\/2026) sore. Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik jajaran anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). <\/p>\n\n\n\n

Di antara formasi tokoh dan politikus yang hadir, muncul satu nama yang selama ini menempati panggung utama sebagai kritikus pemerintah. Dia adalah Rocky Gerung. <\/p>\n\n\n\n

Pelantikan yang dilangsungkan sekitar pukul 15.45 WIB ini secara resmi menempatkan sang akademisi dan filsuf ke dalam lingkar inti penasihat presiden dalam roda pemerintahan.<\/p>\n\n\n\n

'Radical Break' Rocky Gerung<\/h3>\n\n\n\n

Jelang prosesi pelantikan, langkah Rocky Gerung memasuki kompleks Istana Kepresidenan memicu tanda tanya awak media. Merespons pertanyaan jurnalis terkait transisi posisinya, Rocky memberikan jawaban singkat bernada filosofis, \"Ini gue lagi acara radical break. Sudah.\"<\/p>\n\n\n\n

Dalam diskursus filsafat\u2014bidang yang menjadi kepakaran Rocky\u2014terminologi \"radical break\" (patahan\/pemutusan radikal) merujuk pada sebuah diskontinuitas yang mendasar. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan pergeseran paradigma secara total, di mana seseorang atau sebuah sistem melepaskan diri dari struktur, pemikiran, atau posisi asalnya untuk memasuki dimensi yang sepenuhnya baru.<\/p>\n\n\n\n

Penggunaan frasa \"radical break\" oleh Rocky memiliki korelasi langsung dengan rekam jejak historisnya. Secara faktual, langkahnya menerima kursi Wantimpres merupakan sebuah \"patahan radikal\" dari posisinya selama bertahun-tahun. Sebelumnya, ia memosisikan diri secara absolut di luar sistem pemerintahan (ekstra-parlementer) sebagai pengamat dan pengkritik kebijakan yang independen. Kini, ia melakukan lompatan kuantum dengan masuk ke dalam sistem institusional negara (intra-sistem) untuk memberikan nasihat dan pertimbangan langsung kepada pemegang kekuasaan eksekutif tertinggi.<\/p>\n\n\n\n

Bagi seorang pemikir yang kerap membedah etika publik, pernyataan \"radical break\" tersebut dapat dibaca sebagai pengakuan terbuka bahwa dirinya tengah melakukan perubahan haluan yang tajam secara sadar, mengubah medium perjuangan pemikirannya dari \"mimbar jalanan dan media\" menjadi \"meja bundar Istana\".<\/p>\n\n\n\n

Formasi Kabinet Penasihat<\/h3>\n\n\n\n

Rocky tidak dilantik seorang diri. Ia menjadi satu dari 25 tokoh dari berbagai latar belakang yang dipercaya untuk mengisi pos Wantimpres. Dalam susunan tersebut, mantan Menteri Sekretaris Negara, Prof. Pratikno, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, didampingi oleh mantan Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua. <\/p>\n\n\n\n

Formasi penasihat presiden ini turut diisi oleh deretan nama besar lainnya. Mulai dari mantan Kepala BIN Budi Gunawan, mantan Menko Polkam Djamari Chaniago, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, pendiri CSIS Jusuf Wanandi, hingga tokoh-tokoh bisnis seperti Chairul Tanjung dan Jusuf Hamka.<\/p>\n\n\n\n

Dari Mimbar Filsafat ke Lingkar Kekuasaan<\/h3>\n\n\n\n

Masuknya Rocky Gerung ke dalam lembaga pemerintahan menjadi anomali yang mencolok. Pria kelahiran Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959 ini, menorehkan rekam jejak panjang sebagai kaum intelektual publik.Dari segi pendidikan dan karier akademik, Rocky mulai berkuliah di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1979. <\/p>\n\n\n\n

Ia awalnya masuk ke Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, namun pada akhirnya menamatkan pendidikan dan lulus sebagai Sarjana Sastra dari Jurusan Ilmu Filsafat. Dedikasinya di dunia akademik berlanjut dengan menjadi pengajar di Universitas Indonesia selama 15 tahun. <\/p>\n\n\n\n

Kepakarannya dalam bidang filsafat juga membawanya mengajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), hingga memberikan materi kepada perwira Polri dan TNI. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai seorang aktivis masyarakat dan pemikir, Rocky adalah salah satu tokoh pendiri Setara Institute (lembaga yang fokus pada hak asasi manusia dan demokrasi) serta menjadi fellow pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D). Tulisan-tulisannya tersebar di berbagai buku dan jurnal, membahas mulai dari teori sosial, hak asasi manusia, etika publik, hingga pedagogi feminis. <\/p>\n\n\n\n

Sebagai tokoh yang pemikirannya menyita perhatian publik sejak mengkritik keras pemerintah di layar kaca pada 2017, transisi Rocky dari mimbar oposisi menjadi Anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026 menjadi catatan penting. Sang kritikus yang terbiasa bersuara dari luar pagar itu kini resmi berdiri di jantung kekuasaan, bertugas langsung memberi nasihat dan pertimbangan kepada presiden.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"'Radical Break' Rocky Gerung, Oposisi di Jantung Istana","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"radical-break-rocky-gerung-oposisi-di-jantung-istana","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-02 19:11:46","post_modified_gmt":"2026-10-02 11:11:46","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5356","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Tag: Radical Break