\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n

Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n

\"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n

\"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n

Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n

Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n

\"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n

BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n

Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n

Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n

\u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n

Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n

\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":651,"post_author":"3","post_date":"2026-06-26 22:38:37","post_date_gmt":"2026-06-26 14:38:37","post_content":"\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Nusa Tenggara Timur