PROBACA.COM – Gangguan distribusi akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di sejumlah perairan menjadi salah satu kendala penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Sulawesi Utara (Sulut).
Kondisi tersebut berdampak pada jadwal kedatangan kapal pengangkut BBM dan memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Region Manager Retail Sales Pertamina Sulawesi, Mardian, mengatakan gangguan pada kecepatan kapal dan perubahan jadwal pengiriman menyebabkan distribusi BBM ke sejumlah daerah mengalami penyesuaian.
“Jadi memang untuk kapal ada beberapa masalah di speed (kecepatan) dan distribusinya. Jadi pengiriman di beberapa daerah kami mengalami perubahan-perubahan schedule (jadwal),” kata Mardian saat diwawancarai di Graha Gubernuran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Manado, Jumat (16/10/2026).
Kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi di sejumlah perairan menjadi kendala dalam pengiriman BBM melalui jalur laut. Dampaknya, kecepatan perjalanan kapal dan jadwal distribusi menuju wilayah penyaluran ikut terpengaruh.
Meski menghadapi kendala tersebut, Pertamina terus mengupayakan penambahan pasokan dan penguatan distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pertamina Alihkan Kapal untuk Tambah Pasokan BBM
Mardian menjelaskan, Pertamina mengalihkan sejumlah kapal dari wilayah lain untuk membantu mempercepat distribusi BBM ke daerah yang membutuhkan, terutama Manado dan sekitarnya.
Langkah tersebut dilakukan dengan memprioritaskan Terminal BBM Bitung yang menjadi terminal utama penyaluran BBM di Sulawesi Utara.
“Terutama dengan kejadian di Manado, beberapa kapal pengangkut BBM kami naikkan untuk membantu pemenuhan distribusi dulu karena terminal Bitung adalah terminal utama di Sulawesi Utara,” ujarnya.
Terminal BBM Bitung juga berperan dalam mendukung penyaluran ke sejumlah wilayah lainnya, termasuk Gorontalo, Luwuk, dan daerah lain yang menjadi bagian dari jaringan distribusi.
Penguatan distribusi ini dilakukan agar penyaluran BBM tetap berjalan di tengah gangguan cuaca yang memengaruhi pengiriman melalui jalur laut.
Pertamina juga menerima tambahan pasokan melalui kapal Maritim Khatulistiwa yang membawa sekitar 5 juta liter BBM untuk memenuhi kebutuhan di Sulawesi Utara.
“Memang sekarang sudah ada kapal sudah merapat di Sulawesi Utara, Maritim Khatulistiwa, membawa 5 juta liter (BBM). Mungkin sore ini sudah merapat, nanti malam kami langsung melakukan full penyaluran sekitar total 700 dan besok 1300 (ribu liter), kami lebihkan 30% dari hitungan (penyaluran normal),” kata Mardian.
Sembilan Mobil Angkut dari Gorontalo Bantu Distribusi
Selain mengoptimalkan pengiriman melalui kapal, Pertamina menambah dukungan distribusi BBM melalui jalur darat dari Gorontalo.
Sebanyak sembilan mobil angkut dari Gorontalo dikerahkan untuk membantu penyaluran ke wilayah perbatasan, khususnya Kotamobagu dan Bolaang Mongondow.
Mardian juga menyampaikan bahwa sekitar 500 ribu liter BBM telah disalurkan di Manado dan sekitarnya pada Jumat pagi.
Penambahan pasokan melalui kapal dan mobil angkut tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi antrean kendaraan di SPBU yang terdampak gangguan distribusi.
Pertamina Pantau SPBU
Di tengah kendala pengiriman, Pertamina juga melakukan pemantauan terhadap kondisi SPBU dan pangkalan LPG di sejumlah daerah.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pasokan serta memastikan kelancaran distribusi energi bagi masyarakat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pertamina dalam mengantisipasi gangguan penyaluran, terutama ketika kondisi cuaca memengaruhi perjalanan kapal pengangkut BBM.
Selain itu, Pertamina mengupayakan tambahan pasokan untuk memperkuat ketersediaan BBM di wilayah yang membutuhkan.
Mardian mengatakan, tambahan sekitar 10 juta liter Pertalite dijadwalkan datang pada rentang 10–20 Oktober, disertai tambahan pasokan Pertamax.
“Mudah-mudahan dengan adanya tambahan ini beberapa hari ke depan aman, dan nanti tanggal 10 hingga 20 Oktober akan datang lagi 10 juta liter Pertalite, ditambah Pertamax sebagai tambahan,” ucapnya.
Pertamina berharap penambahan pasokan, pengalihan kapal, serta dukungan distribusi melalui jalur darat dapat membantu memulihkan penyaluran BBM di Sulawesi Utara.
“Jadi semoga beberapa hari ke depan bisa normal kembali,” kata Mardian.
***















































