
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n
Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n
Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n
Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n
Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n
Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n
Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n
Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n
Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n
Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n
Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n
BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n
Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n
Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n
Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n
Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n
Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n
Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n
Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n
Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n
Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n
Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n
Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n
Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n
Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n
Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n
Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n
***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; \"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n \"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n \"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n \"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n \"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n \"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"}; Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n \"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n \u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n \u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n \"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n \u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n \u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n \"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n \"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n \"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n \"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n \"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n ***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n
Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n
Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n
Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n
Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n
Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n
Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n
Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n
Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n