\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4

BERITA TERBARU

\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4

BERITA TERBARU

\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4

BERITA TERBARU

\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4

BERITA TERBARU

\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4
\n

KUPANG, PROBACA.COM \u2013 Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang merata bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.<\/p>\n\n\n\n

Melalui pendekatan pendidikan berasrama, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran akademik, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, serta memberikan dukungan fasilitas belajar yang memadai bagi para siswa.<\/p>\n\n\n\n

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menjadi sekolah rakyat pertama yang hadir sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Saat ini, SRMP 19 Kupang menjadi tempat belajar bagi 100 siswa yang tergabung dalam angkatan pertama Sekolah Rakyat di NTT.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran Sekolah Rakyat di Kupang memberikan kesempatan baru bagi para siswa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik dengan fasilitas pendukung seperti ruang kelas yang nyaman, laptop, serta smartboard yang membantu proses pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu siswa yang menjadi bagian dari angkatan pertama SRMP 19 Kupang adalah Fransiska De Claura Botbesi atau akrab disapa Ica. Siswi kelas 7 tersebut mengaku senang bisa menjadi bagian dari Sekolah Rakyat dan mendapatkan kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang sebelumnya belum pernah ia rasakan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPerasaan saya senang karena bisa mendapatkan Sekolah Rakyat,\u201d ujar Ica.<\/p>\n\n\n\n

Sebelum bersekolah di SRMP 19 Kupang, Ica mendapatkan pesan dari orang tuanya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita. Meski harus tinggal di asrama dan jarang bertemu keluarga, ia tetap semangat menjalani aktivitas sekolah setiap hari.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerus belajar sampai berhenti belajar supaya cita-cita bisa tercapai,\u201d kata Ica, mengingat pesan dari orang tuanya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesehariannya sebagai siswa asrama, Ica menjalani berbagai kegiatan mulai dari bangun pagi, berdoa bersama, menjaga kebersihan lingkungan asrama, hingga mengikuti pembelajaran di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Selain kegiatan akademik, Sekolah Rakyat juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Ica mengikuti kegiatan tari, karate, dan futsal sebagai bagian dari pengembangan dirinya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya ikut tari dan karate supaya bisa mengembangkan bakat saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, fasilitas yang tersedia di Sekolah Rakyat sangat membantu proses belajarnya. Ia merasakan perbedaan yang cukup besar dibandingkan sekolah sebelumnya, terutama dalam penggunaan teknologi pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKalau di sini ada kipas angin, smartboard, dan laptop. Kalau di sekolah sebelumnya tidak ada,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu pelajaran yang paling disukai Ica adalah Bahasa Inggris. Menurutnya, penggunaan teknologi seperti smartboard dan laptop membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan membantu dirinya memahami materi dengan lebih mudah.<\/p>\n\n\n\n

Di balik semangat belajarnya, Ica memiliki cita-cita besar untuk menjadi seorang dokter umum. Ia berharap suatu saat dapat membantu merawat keluarga maupun masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSupaya bisa merawat keluarga atau tetangga yang sakit,\u201d katanya saat menceritakan alasan ingin menjadi dokter.<\/p>\n\n\n\n

Bagi Ica, Sekolah Rakyat bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat untuk bertemu teman baru, mendapatkan pengalaman, serta membangun keyakinan untuk meraih masa depan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya senang karena disini punya banyak teman dan guru-guru yang baik,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah yang telah menghadirkan program Sekolah Rakyat sehingga dirinya dapat melanjutkan pendidikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTerima kasih Bapak Presiden karena telah membantu saya untuk melanjutkan SMP,\u201d ucap Ica.<\/p>\n\n\n\n

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kehadiran SRMP 19 Kupang menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi dan jarak bukan penghalang bagi generasi muda untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.<\/p>\n\n\n\n

Kisah Ica menjadi gambaran bahwa melalui pendidikan yang tepat, harapan baru dapat tumbuh dan membuka jalan bagi masa depan yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n

Kisah lengkap mengenai semangat siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 19 Kupang dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah. ***<\/p>\n","post_title":"Sekolah Rakyat NTT: Meratakan Pendidikan dan Akselerasi Mimpi Generasi Muda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sekolah-rakyat-ntt-meratakan-pendidikan-dan-akselerasi-mimpi-generasi-muda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-26 22:38:38","post_modified_gmt":"2026-06-26 14:38:38","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=651","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":646,"post_author":"3","post_date":"2026-06-25 10:29:19","post_date_gmt":"2026-06-25 02:29:19","post_content":"\n

GORONTALO, PROBACA.COM \u2013 Dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus mengalir hingga ke berbagai daerah.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya melalui aksi massa dan pernyataan di media sosial, dukungan tersebut juga terlihat saat Prabowo menghadiri acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Saat Prabowo menyampaikan pidato mengenai pentingnya ketahanan pangan nasional di hadapan ribuan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia, sejumlah anak yang hadir dalam acara tersebut membentangkan spanduk berisi dukungan agar program MBG terus dilanjutkan.<\/p>\n\n\n\n

Spanduk yang dibawa anak-anak tersebut, salah satunya bertuliskan \"Lanjutkan MBG\", langsung menarik perhatian Prabowo. Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam acara yang dihadiri petani, nelayan, pelajar, dan masyarakat Gorontalo.<\/p>\n\n\n\n

Di tengah pidatonya, Prabowo pun menghentikan sejenak sambutannya dan merespons dukungan yang datang dari barisan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYa, terima kasih. Sabar dulu ya, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu ya?\u201d ujar Prabowo<\/p>\n\n\n\n

Setelah merespons para pelajar, Presiden kembali melanjutkan pidatonya dan menegaskan pentingnya program pemenuhan gizi bagi generasi muda Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

\u201cAda juga yang enggak setuju MBG. Harusnya, mereka yang enggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya petani, nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?\u201d kata Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kebutuhan pangan dan gizi merupakan persoalan mendasar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai program yang bertujuan mengatasi persoalan gizi harus dilihat berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKatanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi, ya dia mati,\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Prabowo juga mengingatkan bahwa persoalan kelaparan masih menjadi ancaman serius di berbagai belahan dunia. Karena itu, Indonesia harus terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus memastikan generasi mudanya memperoleh asupan gizi yang memadai.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia, diperkirakan sekarang sudah meningkat menjadi 500 juta,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Dukungan terhadap Program MBG tidak hanya terlihat di dalam arena acara. Sepanjang perjalanan Presiden, masyarakat yang memadati ruas jalan juga terlihat membawa berbagai poster dan spanduk berisi pesan dukungan terhadap program tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Beberapa warga membentangkan poster bertuliskan \u201cTeruskan MBG-nya, Pak\u201d, sementara yang lain membawa spanduk berisi apresiasi kepada Presiden atas pelaksanaan program tersebut yang dinilai membantu masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Program MBG masih mendapat respons positif dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan. ***<\/p>\n","post_title":"\"Teruskan MBG nya Pak\" Sambut Presiden Prabowo di Gorontalo","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"teruskan-mbg-nya-pak-sambut-presiden-prabowo-di-gorontalo","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-25 10:29:20","post_modified_gmt":"2026-06-25 02:29:20","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=646","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":571,"post_author":"3","post_date":"2026-06-16 20:31:38","post_date_gmt":"2026-06-16 12:31:38","post_content":"\n

PALU, probaca.com -- Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA pada Selasa (16\/6\/2026) membuat panik warga, dampaknya terpantau banyak gedung rusak parah.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan parameter data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di darat pada koordinat 1,03 Lintang Selatan (LS) dan 120,24 Bujur Timur (BT), dengan kedalaman 10 kilometer.<\/p>\n\n\n\n

Episenter berada sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, 54 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, 70 kilometer barat laut Kabupaten Poso, dan 81 kilometer tenggara Kabupaten Donggala.<\/p>\n\n\n\n

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan serta pendataan terhadap dampak yang ditimbulkan.<\/p>\n\n\n\n

Di Kota Palu, guncangan dirasakan kuat selama sekitar 4 hingga 6 detik. Warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. BPBD Kota Palu segera melakukan pemantauan dan asesmen cepat pascagempa.<\/p>\n\n\n\n

Di Kabupaten Donggala, gempa dirasakan dengan intensitas sedang selama sekitar 2 detik. Masyarakat sempat panik, sementara BPBD setempat melakukan monitoring terhadap kemungkinan dampak yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cGuncangan juga dirasakan kuat di Kabupaten Poso selama kurang lebih 6 detik. Warga dilaporkan panik dan BPBD Kabupaten Poso masih melakukan pendataan di lapangan,\u201d tulis BNPB.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, di Kabupaten Sigi, gempa dirasakan selama sekitar 5 detik. Warga keluar dari rumah untuk menghindari risiko apabila terjadi gempa susulan. BPBD Kabupaten Sigi terus melakukan asesmen terhadap kondisi wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

Di samping itu, guncangan gempa turut dirasakan di Kabupaten Parigi Moutong. Getaran dirasakan oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar rumah. Jendela dan pintu dilaporkan berderik, dinding bangunan berbunyi.<\/p>\n\n\n\n

Laporan sementara mencatat adanya kerusakan pada sejumlah bangunan di beberapa titik di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Parigi Moutong. Namun, hingga siaran pers ini diterbitkan, rincian jumlah serta tingkat kerusakan masih dalam proses pendataan oleh tim BPBD setempat. Pendataan terhadap kemungkinan adanya korban jiwa maupun warga yang mengungsi juga masih berlangsung.<\/p>\n\n\n\n

Adapun BMKG melaporkan bahwa hingga pukul 12.17 WITA telah terjadi 13 kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo yang bervariasi di sekitar lokasi gempa utama. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat di wilayah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama TRC dan Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi serta Kabupaten Parigi Moutong telah melakukan koordinasi dan asesmen cepat untuk memperoleh gambaran dampak secara menyeluruh. Hingga saat ini, belum terdapat kebutuhan mendesak yang dilaporkan dari daerah terdampak.<\/p>\n\n\n\n

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan dari pemerintah daerah, BPBD, dan BMKG. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali masuk ke dalam rumah, serta segera menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan hingga dinyatakan aman oleh petugas berwenang.<\/p>\n\n\n\n

BNPB akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru secara berkala seiring proses pendataan yang masih berlangsung. *<\/p>\n","post_title":"Berpusat di Darat \u00a0Gempa 6,7 M Guncang Sulteng, BMKG Catata 13 Kali Gempa Susulan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berpusat-di-darat-gempa-67-m-guncang-sulteng-bmkg-catata-13-kali-gempa-susulan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-16 20:31:39","post_modified_gmt":"2026-06-16 12:31:39","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=571","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":482,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 23:03:39","post_date_gmt":"2026-06-01 15:03:39","post_content":"\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":466,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 07:03:00","post_date_gmt":"2026-05-31 23:03:00","post_content":"\n

BANGGAI, PROBACA.COM \u00a0<\/strong>- Perjalanan Fadly menjadi petani kopi dimulai pada tahun 2010. Di Desa Nonong, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (Sulteng) ia memulainya dengan sebuah keyakinan sederhana bahwa tanah Batui menyimpan potensi yang belum terjamah. Ia merintis<\/p>\n\n\n\n

\"Kopi Batui Oishii\" bukan sekadar untuk berbisnis, melainkan untuk membuktikan bahwa petani lokal bisa mandiri. Namun, realita seringkali lebih keras dari impian. Fadly harus berjibaku dengan keterbatasan alat, dan biaya produksi yang menggerogoti.<\/p>\n\n\n\n

Menanam Harapan di Bawah Menara<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Tahun 2024 menjadi titik balik yang monumental. PLN UIP Sulawesi hadir bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menjadi katalisator perubahan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan \u201cBantuan Pengembangan Usaha Petani Kopi Batui\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Fokus utamanya adalah membangun ekosistem dari hulu, dimana populasi pohon kopi ditingkatkan, hingga ke hilir, dimana teknologi modern memangkas biaya produksi.<\/p>\n\n\n\n

Tujuan besarnya jelas, yaitu menjadikan Batui sebagai ikon daerah, memenuhi permintaan kopi dari pasar lokal hingga mancanegara, serta membuka lapangan kerja baru. Bagi Fadly, bantuan ini adalah jawaban yang telah lama ia nantikan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebelumnya kami banyak terkendala oleh keterbatasan sarana dan biaya produksi. Melalui program ini, PLN membantu kami membangun fondasi usaha dari awal, mulai dari membuka lahan perkebunan, menyiapkan tempat pembibitan dan bibit kopi, hingga melengkapi kebutuhan kebun dan rumah produksi. Dukungan itu membuat kami semakin yakin bahwa usaha kopi di Batui memiliki masa depan yang besar,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Transformasi dengan Alat yang Lebih Modern<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Di tahun 2025 Kopi Batui bukan lagi sekadar produk rumahan, ia telah naik kelas. Pelatihan barista hingga pendampingan pemasaran membuat produk ini mampu menembus pasar yang lebih luas dan modern. Fadly mengakui bahwa dukungan PLN pada tahun kedua menjadi pengungkit penting dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTahun 2025, kami menerima berbagai bantuan yang mendukung proses pascapanen dan pengolahan kopi, seperti grader, mesin sortasi biji kopi elektrik, mesin konveyor, alat sortasi biji kopi berkapasitas 20 kilogram, alat ukur kadar air biji kopi, serta berbagai pelatihan. Bantuan ini membuat proses produksi menjadi lebih efisien, kualitas kopi lebih terjaga, dan kepercayaan diri kami untuk bersaing di pasar yang lebih luas semakin meningkat,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n

Berbekal dukungan tersebut, Kopi Batui Oishii terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk maupun kapasitas usaha. Apa yang dahulu berawal dari mimpi sederhana seorang petani kopi, kini perlahan menjelma menjadi usaha yang mampu membawa nama Batui semakin dikenal oleh masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n\n\n\n

Berdiri Tegak di Ajang Penghargaan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Dedikasi PLN UIP Sulawesi dan kegigihan para petani di Batui pun menuai apresiasi tinggi. Program ini berhasil menyabet penghargaan Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2025 sebagai apresiasi atas pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Inovasi ini juga meraih predikat Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSEA) 2025 dari Universitas Hasanuddin Makassar.<\/p>\n\n\n\n

Menuju Langkah Mandiri yang Kokoh<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Kini, di tahun 2026, perjalanan pendampingan ini memasuki babak akhir yang manis. Fokus utama di tahun ini adalah memantapkan kapasitas produksi dan menstabilkan manajemen bisnis agar Kopi Batui Oishii memiliki fondasi yang tangguh. Dengan sarana produksi yang modern dan sistem yang telah matang, usaha ini kini siap dilepas untuk berdiri sendiri.<\/p>\n\n\n\n

General Manager PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, mengungkapkan, kesuksesan ini adalah cerminan bahwa PLN tidak pernah mematahkan potensi usaha yang ada di area pembangunan, justru sebaliknya,<\/p>\n\n\n\n

\"Keberhasilan Kopi Batui menunjukkan bahwa pembangunan jaringan transmisi 150 kV dapat berjalan selaras dengan aktivitas dan potensi lokal. Infrastruktur kelistrikan yang andal membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan. Kami berharap setelah 3 tahun PLN mendampingi, kelompok petani kopi Batui bisa terbang jauh lebih tinggi dan menginspirasi banyak orang.\" tuturnya.<\/p>\n\n\n\n

Fadly telah membuktikan bahwa dengan kolaborasi yang tepat, sebuah komunitas bukan hanya bisa bertahan, tetapi bisa melesat dan menjadi kebanggaan daerah. ***<\/p>\n","post_title":"Dari Petani Lokal Menjadi Inspirasi: Kisah Sukses Kopi Batui Oishii Bersama PLN UIP Sulawesi","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"dari-petani-lokal-menjadi-inspirasi-kisah-sukses-kopi-batui-oishii-bersama-pln-uip-sulawesi","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 16:48:07","post_modified_gmt":"2026-06-01 08:48:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=466","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":409,"post_author":"1","post_date":"2026-01-14 22:03:00","post_date_gmt":"2026-01-14 14:03:00","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, menerima bantuan kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Rabu (14\/1\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di lobby Kantor Gubernur Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan diserahkan langsung oleh pihak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana alam di wilayah Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Wakil Gubernur Sulut Victor Mailangkay menerima bantuan tersebut dengan didampingi Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Fransiskus Manumpil.<\/p>\n\n\n\n

Prosesi penyerahan berlangsung tertib dan penuh keprihatinan terhadap kondisi masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pascabencana.<\/p>\n\n\n\n

Bantuan yang diberikan oleh PTUN ini diharapkan dapat meringankan beban warga terdampak banjir bandang serta membantu percepatan pemulihan di wilayah Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus berupaya menjalin sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana dan pemulihan pascabencana<\/p>\n\n\n\n

Wagub Victor Mailangkay menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan dukungan yang diberikan oleh Pengadilan Tata Usaha Negara kepada masyarakat Sulawesi Utara, khususnya warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPemerintah Provinsi Sulut berkomitmen dan memastikan bantuan kemanusiaan dapat tersalurkan dengan baik kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendorong seluruh elemen untuk terus bergotong royong membantu korban bencana alam,\u201d akhirnya.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemprov Sulut Terima Bantuan Korban Banjir Sitaro dari PTUN Manado","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemprov-sulut-terima-bantuan-korban-banjir-sitaro-dari-ptun-manado","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-14 22:03:01","post_modified_gmt":"2026-01-14 14:03:01","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=409","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":379,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:43:37","post_date_gmt":"2026-01-12 14:43:37","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Viral sebuah video di media sosial (medsos), yang memperlihatkan seorang anak yang menangis saat berada pada sebuah kapal di pelabuhan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n

Dalam unggahan TikTok @FanoReis, pada Senin, 12 Januari 2026, terlihat seorang anak laki-laki tersebut berada di sekitar penumpang kapal dengan raut wajah gelisah karena sedang mencari keberadaannya bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapak, bapak, di mana kamu bapak,\" ucap sang anak sambil menangis tersedu.<\/p>\n\n\n\n

Anak itu sontak meminta petugas kapal untuk menahan keberangkatan kapal meski temali sudah mulai dilepaskan dari area pelabuhan.<\/p>\n\n\n\n

\"Pak (petugas), tolong jangan berangkatkan dulu kapalnya, saya masih menunggu bapak,\" pinta sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Memangnya di mana bapakmu? Ayo cepat, kapal ini mau berangkat,\" timpal petugas kapal.<\/p>\n\n\n\n

Momen itu sontak menarik perhatian penumpang kapal yang lain.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah penumpang bahkan turut membantu mencari keberadaan bapak dari sang anak, hingga jadwal pelayaran kapal dari pelabuhan Kupang tersebut pun terpaksa ditunda.<\/p>\n\n\n\n

Beruntung, setelah sekian lama menunggu, anak tersebut tiba-tiba berteriak sambil menunjuk-nunjuk keberadaan bapaknya.<\/p>\n\n\n\n

\"Itu bapak, sini-sini ayo, kapal sudah mau berangkat,\" teriak sang anak.<\/p>\n\n\n\n

\"Bapakmu yang mana? Ayo panggil bapakmu, kapal ini belum berangkat hanya karena menunggu bapak saja,\" ujar perekam video tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Bapak dari anak itu pun sampai di kapal disambut riuh penumpang lain, tidak sedikit di antara mereka yang menyambut bapak dari sang anak itu dengan antusias.<\/p>\n\n\n\n

Hingga Senin, 12 Januari 2026 pukul 16.30 WIB, postingan tersebut pun telah disukai oleh 1,5 juta pengguna TikTok.<\/p>\n\n\n\n

Warganet pun turut memberikan komentar mereka di kolom komentar, tidak sedikit di antara mereka yang juga mengaku pernah mengalami hal serupa.<\/p>\n\n\n\n

\"Saya juga pernah di posisi itu, saat itu naik bus dan mau jalan, bapakku hampir ketinggalan,\" ungkap warganet dengan akun @indahjun.<\/p>\n\n\n\n

\"Pengalaman saya naik kereta sama ayah, saat itu ayah mampir beli nasi uduk, saya sama nenek disuruh naik duluan, saat kereta mulai jalan pelan, nangis seperti anak itu,\" ujar warganet dengan akun @yuliandaputri.*<\/p>\n","post_title":"Keberangkatan Kapal di NTT Ini Terpaksa Ditunda usai Ada Anak Cari Bapaknya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"keberangkatan-kapal-di-ntt-ini-terpaksa-ditunda-usai-ada-anak-cari-bapaknya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:44:21","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:44:21","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=379","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":373,"post_author":"1","post_date":"2026-01-12 22:34:36","post_date_gmt":"2026-01-12 14:34:36","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Fenomena kemunculan sinkhole atau lubang raksasa di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, mendadak menjadi perbincangan hangat masyarakat. Kejadian alam yang muncul sejak awal Januari 2026 ini tidak hanya mengejutkan warga setempat, tetapi juga menarik perhatian publik luas setelah viral di media sosial.<\/p>\n\n\n\n

Unggahan akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Senin, 12 Januari 2026, memperlihatkan kondisi sinkhole yang kini berubah menjadi objek wisata dadakan. Setiap harinya, ratusan orang datang ke lokasi hanya untuk melihat langsung lubang raksasa tersebut, bahkan menimba air dari dalamnya meski area sekitar telah dipasangi palang peringatan.<\/p>\n\n\n\n

Fenomena ini memunculkan beragam respons, mulai dari rasa takjub, keyakinan mistis, hingga kekhawatiran serius terkait keselamatan dan kesehatan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Situjuah Batua Jadi Wisata Dadakan<\/h3>\n\n\n\n

Keberadaan sinkhole di tengah sawah membuat lokasi tersebut tampak tidak biasa. Air di dalam lubang raksasa itu awalnya berwarna cokelat keruh, lalu perlahan berubah menjadi biru jernih. Perubahan warna inilah yang memicu spekulasi warga bahwa air tersebut memiliki khasiat khusus.<\/p>\n\n\n\n

Sebagian pengunjung bahkan datang membawa galon lengkap dengan keran untuk mengisi air dan membawanya pulang. Mereka meyakini air sinkhole mampu menyembuhkan berbagai penyakit, meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Antusiasme warga yang tinggi membuat kawasan persawahan yang sebelumnya sepi mendadak ramai. Sayangnya, kondisi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur tanah di sekitar sinkhole belum diketahui tingkat kestabilannya.<\/p>\n\n\n\n

Keyakinan Khasiat Air Sinkhole dan Respons Warganet<\/h3>\n\n\n\n

Kepercayaan terhadap khasiat air sinkhole menyebar cepat dari mulut ke mulut. Banyak warga menganggap air tersebut sebagai \u201cair alam\u201d yang belum tersentuh bahan kimia, sehingga dinilai lebih murni dan menyehatkan.<\/p>\n\n\n\n

Namun, di kolom komentar media sosial, tidak sedikit warganet yang menyuarakan kekhawatiran. Sebagian mempertanyakan keamanan tanah di sekitar lubang yang bisa saja ambles sewaktu-waktu. Ada pula yang mengingatkan risiko kesehatan akibat mengonsumsi air yang belum diuji secara medis.<\/p>\n\n\n\n

Komentar-komentar ini menunjukkan adanya perbedaan sudut pandang antara kepercayaan tradisional dan pendekatan ilmiah yang mengedepankan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n

Peringatan BBPOM: Air Sinkhole Berpotensi Berbahaya<\/h3>\n\n\n\n

Menanggapi fenomena tersebut, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) memberikan peringatan tegas. Air yang berasal dari sinkhole berpotensi mengandung bakteri berbahaya, logam berat, hingga zat kimia alami yang tidak aman bagi tubuh manusia.<\/p>\n\n\n\n

BBPOM menegaskan bahwa air sinkhole belum melalui uji klinis maupun penelitian ilmiah yang melibatkan manusia. Tanpa proses pengujian yang memadai, air tersebut tidak dapat diklaim aman atau berkhasiat sebagai pengobatan alternatif.<\/p>\n\n\n\n

Jika dikonsumsi secara terus-menerus, air dari lubang ambles berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti diare, infeksi saluran pencernaan, hingga keracunan logam berat. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan mengonsumsi air dari sumber alam yang belum terverifikasi keamanannya.<\/p>\n\n\n\n

Apa Itu Sinkhole? Pengertian dan Karakteristiknya<\/h3>\n\n\n\n

Sinkhole adalah lubang atau cekungan besar yang terbentuk akibat runtuhnya permukaan tanah. Menurut laporan National Geographic, sinkhole umumnya terjadi karena proses pelarutan batuan dasar oleh air hujan yang bersifat asam.<\/p>\n\n\n\n

Lubang ambles paling sering ditemukan di wilayah karst, yaitu daerah yang memiliki batuan karbonat seperti kapur dan dolomit, atau mineral evaporit seperti garam dan gipsum. Jenis batuan ini mudah larut dalam air, sehingga rentan membentuk rongga di bawah permukaan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Ketika air tanah meresap melalui retakan batuan dan mengendap dalam waktu lama, proses pengikisan pun terjadi. Rongga bawah tanah semakin membesar hingga akhirnya lapisan tanah di atasnya tidak lagi mampu menahan beban, lalu runtuh dan membentuk sinkhole.<\/p>\n\n\n\n

Proses Terbentuknya Sinkhole Secara Alami<\/h3>\n\n\n\n

Proses pembentukan sinkhole berlangsung secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi dari permukaan. Erosi pada lapisan bawah tanah dapat memakan waktu ratusan hingga ribuan tahun sebelum akhirnya menunjukkan dampak nyata.<\/p>\n\n\n\n

Pada tahap awal, partikel tanah jatuh ke dalam celah batuan yang terkikis air. Seiring waktu, celah tersebut melebar dan membentuk gua bawah tanah. Ketika atap gua menjadi terlalu tipis, runtuhan pun terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Dalam banyak kasus, sinkhole baru terlihat setelah tanah amblas secara tiba-tiba, sehingga sering mengejutkan masyarakat di sekitarnya.<\/p>\n\n\n\n

Faktor Alam dan Aktivitas Manusia Pemicu Sinkhole<\/h3>\n\n\n\n

Selain proses alami, beberapa faktor dapat mempercepat terbentuknya sinkhole. Kondisi cuaca ekstrem seperti hujan lebat atau kekeringan berkepanjangan dapat meningkatkan risiko runtuhan tanah.<\/p>\n\n\n\n

Aktivitas manusia juga berperan besar, terutama pengambilan air tanah secara berlebihan, pembangunan konstruksi berat, serta perubahan tata guna lahan. Pompa air tanah yang masif dapat mengosongkan rongga bawah tanah lebih cepat, sehingga memperbesar kemungkinan amblesan.<\/p>\n\n\n\n

Di daerah persawahan seperti Nagari Situjuah Batua, perubahan aliran air dan struktur tanah akibat aktivitas pertanian juga patut diperhatikan sebagai faktor pendukung.<\/p>\n\n\n\n

Jenis-Jenis Sinkhole yang Perlu Diketahui<\/h3>\n\n\n\n

Secara umum, terdapat dua jenis sinkhole yang paling sering terjadi. Pertama adalah sinkhole penurunan permukaan lambat atau slow-growing cover-subsidence sinkholes. Jenis ini berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari hingga tanah mulai menurun.<\/p>\n\n\n\n

Kedua adalah sinkhole runtuhan atau cover-collapse sinkholes. Jenis ini jauh lebih berbahaya karena dapat muncul secara tiba-tiba dalam hitungan jam. Runtuhan terjadi ketika atap gua bawah tanah tidak lagi mampu menahan beban di atasnya.<\/p>\n\n\n\n

Sinkhole di Nagari Situjuah Batua masih memerlukan kajian geologi lebih lanjut untuk memastikan jenis dan tingkat risikonya.<\/p>\n\n\n\n

Pentingnya Edukasi dan Kewaspadaan Masyarakat<\/h3>\n\n\n\n

Fenomena sinkhole di Sumatera Barat ini menjadi pengingat pentingnya edukasi kebencanaan berbasis sains. Keingintahuan masyarakat terhadap fenomena alam memang wajar, namun harus diimbangi dengan pemahaman risiko yang menyertainya.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah daerah, akademisi, dan pihak terkait perlu segera melakukan penelitian mendalam serta memberikan informasi yang jelas kepada warga. Pembatasan akses ke lokasi berbahaya juga harus ditegakkan demi mencegah jatuhnya korban.<\/p>\n\n\n\n

Alih-alih mempercayai klaim khasiat yang belum terbukti, masyarakat sebaiknya mengutamakan keselamatan dan kesehatan. Fenomena alam seperti sinkhole bukan untuk dieksploitasi, melainkan dipahami dan diantisipasi dengan bijak.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan ilmiah dan kesadaran kolektif, fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua dapat menjadi pelajaran berharga tentang hubungan manusia dengan alam, sekaligus pentingnya menghormati proses alam yang tidak selalu bisa diprediksi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Fenomena Sinkhole Nagari Situjuah Batua: Misteri Lubang Raksasa, Khasiat Air, dan Ancaman Kesehatan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"fenomena-sinkhole-nagari-situjuah-batua-misteri-lubang-raksasa-khasiat-air-dan-ancaman-kesehatan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-12 22:36:48","post_modified_gmt":"2026-01-12 14:36:48","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=373","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":3},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 3 of 4 1 2 3 4

Lokal

Menghadirkan kabar dan cerita terbaru seputar peristiwa serta kehidupan di daerah sekitar.

Laman 3 of 4 1 2 3 4