
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n
Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n
\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n
Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n
Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n
\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n
Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n
Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n
\u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n
Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n
\u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n
Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n
\u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n
Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n
\u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n
Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n
Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya. Pekatnya kabut asap karhutla, bahkan membuat seekor orang utan bernama Sempurna, saat itu ditemukan terbaring lemah dalam parit kering di area perkebunan warga di Desa Kuala Satong, Ketapang, pada Minggu, 30 Agustus 2026.<\/p>\n\n\n\n Saat dievakuasi warga, Sempurna sudah tidak mampu berdiri dengan hanya dapat bergerak terbatas, dan terlihat kesulitan bernapas.<\/p>\n\n\n\n Warga yang melihat kondisi orang utan khas Kalimantan itu kemudian melaporkannya kepada petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat.<\/p>\n\n\n\n Tim BKSDA bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) saat itu langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi Sempurna dari lokasi karhutla.<\/p>\n\n\n\n Detik-detik Sampurna dievakuasi petugas pun sempat terekam dan beredar luas di media sosial, hingga memicu keprihatian warganet.<\/p>\n\n\n\n Satwa Khas Kalimantan Itu Kini Telah Tiada<\/p>\n\n\n\n Terpisah, Kepala BKSDA Kalbar, Murlan Dameria Pane menuturkan pihaknya sempat memberikan pertolongan pertama berupa terapi oksigen dan cairan melalui intravena.<\/p>\n\n\n\n Setelah itu, Sempurna dibawa ke pusat rehabilitasi YIARI sekitar pukul 11.30 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Namun, kondisi Sempurna terus menurun,\" kata Murlan dalam keterangan resminya, pada Jumat, 4 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Sekitar pukul 14.00 WIB, napasnya semakin dangkal. Saturasi oksigen juga tidak lagi terdeteksi sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung dan paru atau cardiopulmonary resuscitation (CPR).<\/p>\n\n\n\n Upaya tersebut tidak berhasil. Sempurna dinyatakan telah tiada pada pukul 15.20 WIB.<\/p>\n\n\n\n \"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan,\" tutur Murlan.<\/p>\n\n\n\n \"Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa,\" imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n Paparan Asap Karhutla Diduga Jadi Penyebabnya<\/p>\n\n\n\n Menilik dari sisi yang lain, BKSDA Kalbar sempat melakukan bedah bangkai atau nekropsi terhadap orang utan bernama Sempurna itu pada Selasa, 1 September 2026.<\/p>\n\n\n\n Murlan menyebut, hal itu untuk mengetahui kondisi kesehatan Sempurna sekaligus mencari faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya.<\/p>\n\n\n\n Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya perubahan patologis pada sejumlah organ, terutama paru-paru, jantung, dan ginjal.<\/p>\n\n\n\n \"Pada paru-paru ditemukan kongesti dan atelektasis parsial, terutama pada bagian caudoventral kedua lobus paru-paru,\" ungkap Murlan.<\/p>\n\n\n\n Menurut riwayat kondisi klinis, perubahan pada paru-paru tersebut diduga berkaitan dengan paparan asap karhutla yang dapat mengganggu fungsi pernapasan.<\/p>\n\n\n\n \"Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya,\" tandas Murlan.<\/p>\n\n\n\n Pada akhirnya, kisah pelarian orang utan dari amukan karhutla di wilayah Kalbar tersebut menjadi pengingat betapa berharganya kawasan hutan bagi satwa yang tinggal di dalamnya.<\/p>\n\n\n\n Pengingat itu khususnya tertuju pada oknum yang tak bertanggung jawab hingga menyebabkan maraknya kebakaran hutan dan lahan di Tanah Kalimantan.*<\/p>\n","post_title":"Sempurna Pergi Bersama Hutan yang Terbakar","post_excerpt":"Kematian Sempurna jadi potret pilu bahwa kebakaran hutan merampas rumah dan kehidupan satwa yang tak mampu bersuara.","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sempurna-pergi-bersama-hutan-yang-terbakar","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-04 12:42:55","post_modified_gmt":"2026-09-04 04:42:55","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=2023","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1826,"post_author":"3","post_date":"2026-09-01 23:33:37","post_date_gmt":"2026-09-01 15:33:37","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan pemerintah akan segera membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada 15 Agustus lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan upaya tersebut akan dilakukan setelah BNPB menyelesaikan proses verifikasi kerusakan rumah di tujuh kabupaten terdampak.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, sebagai tahap persiapan, ia mengatakan BNPB juga telah membangun contoh huntara di Kabupaten Sikka yang diharapkan segera direplikasi di wilayah terdampak lainnya.<\/p>\n\n\n\n \"Dan ini (huntara) nantinya akan segera dibangun di berbagai tempat tentunya,\" jelas Berton dalam konferensi pers, Selasa (1\/9).<\/p>\n\n\n\n Namun, sebelum memasuki tahap pembangunan, Berton mengatakan BNPB bersama unsur pemerintah lainnya saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kerusakan rumah akibat gempa. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap rumah sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per 1 September 2026, BNPB mencatat 97.215 rumah mengalami kerusakan akibat gempa, yang terdiri atas 27.294 rumah rusak berat, 22.137 rumah rusak sedang, dan 47.784 rumah rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sebagai tahap awal proses verifikasi, BNPB telah membuka perekrutan tim penilai (assessor) dan enumerator yang nantinya akan mendata warga terdampak secara lebih rinci melalui skema by name by address.<\/p>\n\n\n\n Hasil pendataan tersebut selanjutnya akan diverifikasi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) setempat untuk memastikan identitas pemilik rumah terdampak.<\/p>\n\n\n\n Pada saat yang sama, data yang dikumpulkan enumerator juga akan diverifikasi menggunakan dokumentasi foto yang diambil oleh Dinas Perumahan setempat. Selain itu, Dinas Perumahan dan Dinas Pekerjaan Umum setempat juga akan melakukan cross-check terhadap data rumah rusak susulan yang belum diverifikasi.<\/p>\n\n\n\n Berton menjelaskan bahwa tahapan verifikasi tersebut tentu membutuhkan waktu. Kendati demikian, ia meyakini proses tersebut dapat berjalan lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak yang terlibat dalam pendataan.<\/p>\n\n\n\n \"Tentu ini membutuhkan proses. Tapi ketika seluruh masyarakat membantu, ini prosesnya juga akan lebih cepat lagi,\" jelas dia. ***<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Segera Bangun Hunian Sementara bagi Warga Terdampak Gempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-segera-bangun-hunian-sementara-bagi-warga-terdampak-gempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-02 23:37:52","post_modified_gmt":"2026-09-02 15:37:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1826","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1317,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:42:07","post_date_gmt":"2026-08-23 14:42:07","post_content":"\n MAUMERE, PROBACA.COM <\/strong>-- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat dan mempercepat proses pendataan rumah yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu pekan lalu.<\/p>\n\n\n\n Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bahwa pendataan tersebut dilakukan secara paralel dan berjalan beriringan dengan penanganan pada fase tanggap darurat.<\/p>\n\n\n\n Pendataan tersebut, lanjutnya, bertujuan memastikan pemerintah dapat dengan cepat mengidentifikasi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n Di samping itu, pendataan rumah juga menjadi dasar bagi BNPB dan pemerintah daerah untuk menghitung kebutuhan personel enumerator yang akan diterjunkan guna melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.<\/p>\n\n\n\n Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.<\/p>\n\n\n\n \"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan dukungan penanganan pada tahapan berikutnya,\" ujar Berton melalui keterangan resmi, Minggu (23\/8).<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan bahwa BNPB telah menurunkan tim untuk mendata jumlah kerusakan di tujuh kabupaten terdampak sebelum data tersebut diverifikasi dan divalidasi.<\/p>\n\n\n\n Berdasarkan data sementara per Sabtu (22\/8), BNPB telah mengidentifikasi 53.971 rumah rusak, yang terdiri atas 19.006 unit rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kerusakan tersebut tersebar di Kabupaten Nagekeo sebanyak 4.829 unit, terdiri atas 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, dan 2.567 rusak ringan. Kabupaten Ende tercatat sebanyak 3.953 unit, dengan rincian 763 rusak berat, 870 rusak sedang, dan 2.320 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Selanjutnya, Kabupaten Manggarai mencatat 7.045 unit rumah rusak, meliputi 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, dan 1.350 rusak ringan. Kabupaten Manggarai Timur mencatat 17.039 unit, terdiri atas 6.713 rusak berat, 4.496 rusak sedang, dan 5.830 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Kemudian, Kabupaten Manggarai Barat mencatat 9.402 unit rumah rusak, dengan rincian 3.334 rusak berat, 1.438 rusak sedang, dan 4.630 rusak ringan. Kabupaten Ngada mencatat 8.129 unit, terdiri atas 1.973 rusak berat, 1.678 rusak sedang, dan 4.478 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 3.574 unit rumah rusak, dengan rincian 939 rusak berat, 622 rusak sedang, dan 2.013 rusak ringan.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara karena masih melalui tahapan verifikasi dan validasi.<\/p>\n\n\n\n \"Proses tersebut penting untuk memastikan setiap data kerusakan dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n Ia menambahkan, BNPB saat ini telah mengantongi data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa di Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sementara itu, untuk Kabupaten Manggarai, proses pemasukan data masih berlangsung dan ditargetkan rampung dalam satu hingga dua hari ke depan.<\/p>\n\n\n\n Khusus di Kabupaten Nagekeo, lanjutnya, proses verifikasi telah berlangsung selama dua hari oleh unsur pemerintah daerah dengan menggunakan instrumen pendataan BNPB.<\/p>\n\n\n\n Apabila hasil verifikasi dinyatakan valid, data tersebut selanjutnya dapat ditetapkan melalui keputusan kepala daerah. Namun, apabila hasil sampling BNPB menunjukkan data belum sesuai, verifikasi ulang akan dilakukan untuk memastikan akurasinya.<\/p>\n\n\n\n Berton menegaskan bahwa BNPB bersama pemerintah daerah terus mengedepankan sinergi dalam proses tersebut. Menurutnya, pendataan rumah rusak akan terus berjalan beriringan dengan prioritas utama BNPB saat ini, yakni penanganan darurat.<\/p>\n\n\n\n \"Penanganan darurat tetap menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, sementara pendataan kerusakan berjalan secara simultan sebagai bagian dari upaya menyiapkan proses pemulihan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel,\" pungkas dia. ***<\/p>\n\n\n\n <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-percepat-pendataan-rumah-rusak-pascagempa-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-24 07:44:50","post_modified_gmt":"2026-08-23 23:44:50","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1317","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1314,"post_author":"3","post_date":"2026-08-23 22:38:41","post_date_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content":"\n JAKARTA, PROBACA.COM \u2013 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mendistribusikan sebanyak 1.226 ton bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).<\/p>\n\n\n\n Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan tersebut dikirimkan melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.<\/p>\n\n\n\n \u201cSejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut,\u201d ujar Berton dalam konferensi pers di Media Center Pos Pendamping Nasional, Minggu (23\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n Dari total bantuan tersebut, sekitar 869 ton didistribusikan ke Labuan Bajo melalui 50 sorti penerbangan dan satu kapal laut. Lalu, sebanyak 356 ton bantuan telah dikirimkan ke Maumere melalui 27 sorti penerbangan.<\/p>\n\n\n\n BNPB memastikan seluruh bantuan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional di Labuan Bajo dan Maumere disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana.<\/p>\n\n\n\n \u201cBNPB memastikan bahwa dukungan logistik yang telah tiba di Pos Dukungan Logistik Nasional Labuan Bajo dan Maumere didistribusikan sampai kepada masyarakat terdampak,\u201d kata Berton.<\/p>\n\n\n\n Selain itu, pada hari ini helikopter BNPB juga mengirimkan logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Lokasi desa ini jauh dari pusat kelurahan dan aksesnya sulit akibat gempa.<\/p>\n\n\n\n Dia menegaskan proses penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. BNPB juga terus membangun komunikasi dan koordinasi bersama pemerintah daerah serta masyarakat untuk memastikan bantuan diterima oleh pihak yang membutuhkan.<\/p>\n\n\n\n \u201cSetiap tahapan penyaluran dilakukan dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n Beriringan dengan itu, BNPB terus mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Personel di lapangan mendata kerusakan rumah warga bersamaan dengan penanganan darurat bencana.<\/p>\n\n\n\n Berton menyebut tim dari Kedeputian Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB telah tersebar di masing-masing kabupaten terdampak dan mulai melakukan persiapan verifikasi dan validasi rumah rusak.<\/p>\n\n\n\n \u201cData sementara by name by address hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Nagekeo, Ende, dan Sikka. Sedangkan untuk Kabupaten Manggarai masih dalam proses peng-input-an dan diharapkan dapat diperoleh dalam 1-2 hari ke depan,\u201d ucapnya. ***<\/p>\n","post_title":"Delapan Hari Pascabencana, 1.226 Ton Bantuan Logistik Sudah Dikirim ke NTT","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"delapan-hari-pascabencana-1-226-ton-bantuan-logistik-sudah-dikirim-ke-ntt","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-23 22:38:41","post_modified_gmt":"2026-08-23 14:38:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1314","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":690,"post_author":"3","post_date":"2026-07-03 21:49:30","post_date_gmt":"2026-07-03 13:49:30","post_content":"\n KUPANG, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan. Melalui program ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar potensi risiko penyakit dapat diketahui lebih awal dan segera ditangani.<\/p>\n\n\n\n Program CKG menghadirkan berbagai layanan pemeriksaan, mulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol, mata, telinga, hingga konsultasi bersama tenaga kesehatan. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan dan tidak menunggu hingga muncul keluhan.<\/p>\n\n\n\n Di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pelaksanaan CKG menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia (lansia) yang membutuhkan perhatian khusus dalam menjaga kondisi tubuhnya.<\/p>\n\n\n\n Salah satu penerima manfaat CKG di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, adalah Urbanus Ngilo. Di usia senja, Urbanus merasa sangat terbantu dengan adanya akses pemeriksaan yang mudah dijangkau. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan menjadi hal penting bagi lansia agar dapat memantau kondisi tubuh dan menjaga kebugaran sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n \u201cDengan adanya pemeriksaan seperti ini, kita jadi tahu bagaimana kondisi kesehatan kita,\u201d ujar Urbanus.<\/p>\n\n\n\n Sebelum mengikuti program CKG, Urbanus mengaku biasanya baru pergi periksa ketika sudah merasakan keluhan tertentu. Namun, melalui program ini, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan deteksi lebih awal dan mengetahui kondisi kesehatannya secara rutin.<\/p>\n\n\n\n Bagi Urbanus, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan di Puskesmas Tarus membuat masyarakat merasa nyaman saat berobat.<\/p>\n\n\n\n \u201cPetugasnya baik, pelayanannya juga bagus. Kita datang diperiksa, diarahkan, dan diberi penjelasan,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n Dalam pemeriksaan tersebut, Urbanus mengikuti sejumlah layanan kesehatan yang tersedia. Ia menilai pemeriksaan seperti tekanan darah, gula darah, hingga pengecekan kondisi kesehatan lainnya sangat membantu, terutama bagi masyarakat lansia. Menurutnya, menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika sakit, tetapi perlu dimulai dengan kebiasaan memeriksakan diri secara berkala.<\/p>\n\n\n\n \u201cJangan tunggu sakit baru periksa. Kalau bisa dari awal kita tahu, jadi bisa menjaga kesehatan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n\n\n\n Urbanus berharap program CKG dapat terus berjalan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para lansia yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan secara rutin.<\/p>\n\n\n\n \u201cSemoga program ini terus ada dan masyarakat bisa memanfaatkannya. Ini sangat membantu,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n Program Cek Kesehatan Gratis menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui pemeriksaan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan mereka dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.<\/p>\n\n\n\n Kisah Urbanus di Puskesmas Tarus, Kabupaten Kupang, menjadi gambaran bahwa akses layanan kesehatan yang mudah dapat memberikan rasa aman sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatannya.
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};
Kisah lengkap mengenai manfaat Program Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI. ***<\/p>\n","post_title":"Cek Kesehatan Gratis Hadirkan Rasa Aman bagi Lansia di Kupang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cek-kesehatan-gratis-hadirkan-rasa-aman-bagi-lansia-di-kupang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-03 21:49:33","post_modified_gmt":"2026-07-03 13:49:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=690","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":2},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};