\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka, jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, berikan kesehatan dan kemudahan selama berada di Tanah Suci, kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu,\" doa Samsudin mengiringi keberangkatan jamaah.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Samsudin turut mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah serta dapat kembali ke Boltim dengan selamat.<\/p>\n\n\n\n

\"Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka, jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, berikan kesehatan dan kemudahan selama berada di Tanah Suci, kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu,\" doa Samsudin mengiringi keberangkatan jamaah.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Bagi para jamaah, keberangkatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunaikan ibadah yang telah lama dinantikan. Selain membawa berbagai keperluan perjalanan, mereka juga membawa harapan dan doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin turut mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah serta dapat kembali ke Boltim dengan selamat.<\/p>\n\n\n\n

\"Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka, jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, berikan kesehatan dan kemudahan selama berada di Tanah Suci, kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu,\" doa Samsudin mengiringi keberangkatan jamaah.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Suasana haru terlihat ketika satu per satu jamaah mulai memasuki gerbang keberangkatan. Keluarga dan kerabat melepas mereka dengan lambaian tangan serta doa agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Bagi para jamaah, keberangkatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunaikan ibadah yang telah lama dinantikan. Selain membawa berbagai keperluan perjalanan, mereka juga membawa harapan dan doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin turut mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah serta dapat kembali ke Boltim dengan selamat.<\/p>\n\n\n\n

\"Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka, jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, berikan kesehatan dan kemudahan selama berada di Tanah Suci, kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu,\" doa Samsudin mengiringi keberangkatan jamaah.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pria yang akrab disapa Sadam itu meluangkan waktu di sela aktivitasnya sebagai legislator untuk berada bersama jemaah dan keluarga yang mengantar.<\/p>\n\n\n\n

Suasana haru terlihat ketika satu per satu jamaah mulai memasuki gerbang keberangkatan. Keluarga dan kerabat melepas mereka dengan lambaian tangan serta doa agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Bagi para jamaah, keberangkatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunaikan ibadah yang telah lama dinantikan. Selain membawa berbagai keperluan perjalanan, mereka juga membawa harapan dan doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin turut mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah serta dapat kembali ke Boltim dengan selamat.<\/p>\n\n\n\n

\"Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka, jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, berikan kesehatan dan kemudahan selama berada di Tanah Suci, kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu,\" doa Samsudin mengiringi keberangkatan jamaah.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, turut hadir mengantar langsung para jemaah sebelum meninggalkan daerah untuk menjalankan ibadah umrah.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Sadam itu meluangkan waktu di sela aktivitasnya sebagai legislator untuk berada bersama jemaah dan keluarga yang mengantar.<\/p>\n\n\n\n

Suasana haru terlihat ketika satu per satu jamaah mulai memasuki gerbang keberangkatan. Keluarga dan kerabat melepas mereka dengan lambaian tangan serta doa agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Bagi para jamaah, keberangkatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunaikan ibadah yang telah lama dinantikan. Selain membawa berbagai keperluan perjalanan, mereka juga membawa harapan dan doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin turut mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah serta dapat kembali ke Boltim dengan selamat.<\/p>\n\n\n\n

\"Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka, jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, berikan kesehatan dan kemudahan selama berada di Tanah Suci, kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu,\" doa Samsudin mengiringi keberangkatan jamaah.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM - Suasana haru mengiringi keberangkatan jamaah umrah asal Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menuju Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (16\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, turut hadir mengantar langsung para jemaah sebelum meninggalkan daerah untuk menjalankan ibadah umrah.<\/p>\n\n\n\n

Pria yang akrab disapa Sadam itu meluangkan waktu di sela aktivitasnya sebagai legislator untuk berada bersama jemaah dan keluarga yang mengantar.<\/p>\n\n\n\n

Suasana haru terlihat ketika satu per satu jamaah mulai memasuki gerbang keberangkatan. Keluarga dan kerabat melepas mereka dengan lambaian tangan serta doa agar perjalanan menuju Tanah Suci berjalan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Bagi para jamaah, keberangkatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunaikan ibadah yang telah lama dinantikan. Selain membawa berbagai keperluan perjalanan, mereka juga membawa harapan dan doa yang akan dipanjatkan selama berada di Tanah Suci.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin turut mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan selama menjalankan rangkaian ibadah serta dapat kembali ke Boltim dengan selamat.<\/p>\n\n\n\n

\"Ya Allah, terimalah setiap langkah umroh mereka, jadikanlah ibadah mereka mabrur, ampuni segala khilafnya, berikan kesehatan dan kemudahan selama berada di Tanah Suci, kembalikanlah mereka ke rumah dalam keadaan selamat, dengan hati yang semakin bersih dan penuh cinta kepada-Mu,\" doa Samsudin mengiringi keberangkatan jamaah.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap perjalanan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman spiritual bagi para jamaah, tetapi juga membawa kebaikan setelah mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

Keberangkatan menuju Tanah Suci sekaligus menjadi momen penuh haru bagi keluarga yang ditinggalkan sementara. Di balik perpisahan tersebut, tersimpan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar.<\/p>\n\n\n\n

Samsudin berharap para jamaah asal Boltim diberikan perlindungan selama perjalanan, kesehatan ketika menjalankan ibadah, serta kembali ke daerah dalam keadaan selamat dan memperoleh umrah yang mabrur.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Sadam Lepas Warga Boltim dengan Doa Menuju Tanah Suci Makkah","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sadam-lepas-warga-boltim-dengan-doa-menuju-tanah-suci-makkah","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-20 10:42:24","post_modified_gmt":"2026-09-20 02:42:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=4217","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3846,"post_author":"10","post_date":"2026-09-17 12:47:05","post_date_gmt":"2026-09-17 04:47:05","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Harapan masyarakat penambang tradisional di Desa Kotabunan dan Bulawan Bersatu, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, untuk memperoleh ruang usaha yang legal mulai menemukan titik terang.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah Kabupaten Boltim di bawah kepemimpinan Bupati Oskar Manoppo telah mengusulkan penciutan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Arafura Surya Alam (ASA) kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).<\/p>\n\n\n\n

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari solusi atas persoalan ruang usaha masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas pertambangan tradisional di sejumlah wilayah Kotabunan.<\/p>\n\n\n\n

Bupati Boltim Oskar Manoppo mengatakan, usulan penciutan WIUP tersebut diajukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSecara resmi kami telah mengusulkan permintaan penciutan WIUP PT ASA kepada Kementerian ESDM. Semoga usulan tersebut dapat disetujui untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat penambang tradisional,\u201d kata Oskar saat dikonfirmasi, Senin (14\/9\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Salah satu gagasan yang didorong pemerintah daerah adalah membuka peluang pengelolaan oleh masyarakat melalui pola kemitraan atau mekanisme lain yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.<\/p>\n\n\n\n

Apabila sebagian wilayah konsesi PT ASA diciutkan dan memenuhi persyaratan pemerintah, kawasan tersebut dapat diperjuangkan menjadi ruang usaha pertambangan masyarakat. Salah satu kemungkinannya adalah diarahkan menjadi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), sesuai mekanisme dan kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dengan pendekatan tersebut, persoalan pertambangan masyarakat tidak hanya dilihat dari sisi penertiban, tetapi juga menyangkut kepastian hukum, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi warga.<\/p>\n\n\n\n

Sejumlah lokasi di wilayah Kotabunan, seperti Panang, Benteng, Tungow atau Tungou, Tapa\u2019, Parabo, hingga Pancurang, telah lama dikenal sebagai kawasan aktivitas penambang tradisional.<\/p>\n\n\n\n

Menurut masyarakat setempat, kegiatan pertambangan di kawasan tersebut telah berlangsung sebelum terbitnya WIUP PT ASA. Karena itu, ketersediaan ruang usaha menjadi persoalan penting yang diharapkan dapat memperoleh jalan keluar melalui kebijakan pemerintah.<\/p>\n\n\n\n

Ketua Lembaga Adat Desa Kotabunan, Arsad Mokoagow, menyambut baik langkah Pemkab Boltim tersebut. Menurut dia, persetujuan pemerintah pusat terhadap usulan penciutan WIUP dan tersedianya mekanisme pengelolaan yang legal dapat memberikan peluang bagi masyarakat untuk mempertahankan sumber penghidupan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami selaku masyarakat adat menyambut baik adanya informasi usulan permintaan penciutan WIUP PT ASA. Kalau usulan itu disetujui, masyarakat penambang tradisional Kotabunan dan Bulawan Bersatu tidak kehilangan lapangan pekerjaan yang selama ini menjadi tumpuan hidup,\u201d ujar Arsad.<\/p>\n\n\n\n

Ia berharap wilayah yang selama ini dikelola masyarakat turut menjadi perhatian pemerintah apabila usulan penciutan WIUP tersebut disetujui.<\/p>\n\n\n\n

\u201cWilayah yang selama ini dikelola masyarakat, seperti Panang, Benteng, Tungou, Tapa\u2019, Parabo dan Pancurang, kami harapkan dapat menjadi perhatian pemerintah. Kalau memungkinkan dan memenuhi ketentuan, salah satu wilayah tersebut dapat diberikan ruang kelola kepada masyarakat melalui mekanisme yang legal,\u201d harapnya.<\/p>\n\n\n\n

Bagi masyarakat Kotabunan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan luas wilayah pertambangan. Di dalamnya terdapat kepentingan keluarga yang bergantung pada aktivitas pertambangan sebagai sumber penghasilan, kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan, serta tuntutan agar kegiatan tersebut berjalan dalam kerangka hukum yang jelas.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Pemkab Boltim Usulkan Penciutan WIUP PT ASA, Buka Peluang bagi Penambang Tradisional","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemkab-boltim-usulkan-penciutan-wiup-pt-asa-buka-peluang-bagi-penambang-tradisional","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-17 12:59:06","post_modified_gmt":"2026-09-17 04:59:06","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3846","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Tag: Boltim