EarFun Wave Pro X Punya Fitur Melimpah, Tapi Suaranya Mengecewakan

Sumber GSMArena
Sumber GSMArena
Sumber GSMArena
Sumber GSMArena

Kalau melihat desain dan daftar fiturnya, EarFun Wave Pro X terlihat seperti headphone yang siap menantang model-model premium. Harganya memang dipatok 130 dolar AS, tetapi EarFun membekalinya dengan banyak hal menarik: dukungan aptX Lossless dan LDAC, Bluetooth LE Audio, Auracast, koneksi multipoint, sampai input kabel digital dan analog.

Namun, apakah semua itu cukup untuk membuat pengalaman mendengarkan musik terasa istimewa? Jawabannya ternyata tidak sesederhana daftar spesifikasinya.

Dari luar, Wave Pro X tampil meyakinkan. Earcup-nya memakai lapisan matte dengan panel mengilap bertekstur seperti logam yang diputar. Tombol-tombolnya tertata di sisi earcup kanan, sementara headband dan bantalan telinganya terasa empuk. Bagian earcup juga bisa dilipat, sehingga lebih praktis dibawa bepergian.

Kualitas rakitannya terasa solid. Setiap bagian yang bisa digeser atau dilipat bergerak mulus, dan tombolnya memberikan klik yang memuaskan. Bobotnya juga cukup ringan untuk pemakaian lama. Hanya saja, bantalan berbahan foam bisa terasa agak gerah saat cuaca panas. Headphone ini pun tidak memiliki perlindungan khusus terhadap air, jadi jangan dibawa ke kolam renang atau kamar mandi.

Baca Juga

Konten Tidak Tersedia

Dalam paket penjualan, EarFun menyertakan hard case besar, kabel USB-C untuk pengisian daya dan data, serta kabel audio analog. Pengaturan headphone dilakukan melalui aplikasi EarFun Audio di Android dan iOS. Aplikasinya rapi dan mudah digunakan, dengan opsi mengatur mode ANC, equalizer, mode gim, codec Bluetooth, fungsi tombol, hingga pengaturan LE Audio.

EarFun bahkan menyediakan fitur penerjemahan berbasis AI untuk suara yang masuk. Namun, fitur ini—bersama Professional EQ—mengharuskan pengguna membuat akun.

Di atas kertas, sistem audionya terdengar menjanjikan. Wave Pro X memakai dua driver dinamis: driver 40 mm untuk frekuensi rendah dan driver LCP 10 mm untuk frekuensi tinggi. Selain Bluetooth, headphone ini bisa digunakan melalui kabel analog atau USB-C. DAC USB internalnya mendukung audio hingga 16-bit/48 kHz.

Sayangnya, kualitas suara menjadi titik lemah utama. Karakternya terdengar terlalu gelap dan teredam, akibat bass menengah yang berlebihan serta kurangnya energi di area frekuensi atas. Hasilnya, suara terasa agak “berlumpur”, kurang detail, lembut, dan seperti terkurung di dalam kotak. ANC bahkan membuat kesan tersebut semakin kuat.

Mikrofonnya masih cukup untuk ruangan tenang, meski volumenya cenderung pelan. Di tempat bising, suara lawan bicara tetap terdengar, tetapi suara latar juga ikut masuk. Fitur menariknya, pengguna bisa mendengar suara sendiri saat mikrofon aktif sehingga percakapan tidak terasa terlalu pengap.

EarFun Wave Pro X membuktikan satu hal: fitur yang berlimpah dan desain premium belum tentu menjamin suara yang memuaskan. Headphone ini memang terlihat siap tampil di kelas atas, tetapi telinga kita tetap menjadi juri terakhir.

***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber GSMArena

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement