PROBACA.ID – Pernah melepas earbuds karena telinga mulai sakit, tetapi tetap ingin mendengar suara sekitar? Sony mencoba menawarkan jalan tengah lewat LinkBuds Clip, earbuds bergaya klip yang tidak masuk jauh ke lubang telinga. Bentuknya menjanjikan kenyamanan sekaligus kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Namun, apakah desain unik ini benar-benar nyaman dipakai seharian?
LinkBuds Clip merupakan earbuds model klip pertama Sony. Berbeda dari beberapa produk sejenis yang memakai penghubung tipis seperti kawat, Sony menggunakan jembatan berbentuk pita pipih dengan desain geometris. Bagian ini terasa cukup kaku dan menjepit dua sisi daun telinga agar earbuds tetap berada di tempatnya.
Untuk pengguna dengan telinga kecil, Sony menyertakan aksesori bernama Fitting Cushions. Bentuknya berupa karet kecil yang dipasang pada bagian jembatan untuk membantu mengunci posisi earbuds. Aksesori ini ternyata cukup penting. Tanpanya, pengalaman penggunaan bisa sangat berbeda—bahkan penguji GSMArena mengalami nyeri telinga parah setelah sekitar 15 menit. Setelah Fitting Cushions dipasang, kenyamanannya meningkat drastis.
Meski begitu, klaim “nyaman dipakai seharian” terasa perlu diberi catatan. LinkBuds Clip memang ringan dan bisa dipakai selama beberapa jam tanpa terlalu terasa. Setelah itu, tekanan dari kedua sisi telinga mulai muncul dan earbuds perlu dilepas. Karena posisinya menempel di bagian luar telinga, tingkat kenyamanannya sangat bergantung pada bentuk telinga masing-masing orang. Ibarat kacamata, model yang pas untuk satu orang belum tentu nyaman bagi orang lain.
Baca Juga
Dari sisi desain, perangkat ini hadir dalam empat warna: Black, Lavender, Greige, dan Green. Kualitas rakitan earbuds serta casing terasa baik dan kokoh. Casing-nya mungil, hampir menyerupai kotak cincin, dengan engsel tersembunyi. Namun, desain tersebut juga membuat arah bukanya tidak selalu mudah ditebak. Permukaan glossy terlihat menarik, tetapi berpotensi cepat dipenuhi sidik jari dan goresan.
Earbuds-nya memiliki sertifikasi IPX4 untuk menghadapi keringat dan cipratan air, tetapi casing tidak mendapat perlindungan serupa. Kontrol dilakukan lewat ketukan karena tidak ada tombol fisik. Sayangnya, Sony hanya menyediakan beberapa pola ketukan siap pakai melalui aplikasi Sound Connect, bukan kebebasan penuh untuk mengatur setiap ketukan sesuka hati. LinkBuds Clip juga tidak memiliki sensor pemakaian, sehingga musik tidak otomatis berhenti saat earbuds dilepas.
Untuk suara, Sony menggunakan satu driver dinamis 10 mm. Dukungan codec Bluetooth masih terbatas pada SBC dan AAC. Seperti earbuds klip pada umumnya, tidak adanya penutup rapat membuat bass menjadi titik lemah. Frekuensi di bawah 100 Hz terdengar sangat minim energinya. Jadi, LinkBuds Clip lebih menonjolkan kebebasan mendengar lingkungan daripada dentuman bass yang memenuhi telinga.
Dibanderol 230 dolar AS, Sony LinkBuds Clip menawarkan desain yang segar, ringan, dan terbuka. Namun, Fitting Cushions bisa menjadi pembeda antara nyaman dan menyakitkan. Pada akhirnya, earbuds ini bukan sekadar soal teknologi—melainkan soal apakah bentuk telingamu cocok dengan cara Sony menjepit suara di tempatnya.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber GSMArena
















































