FLASH NEWS

Teleskop Roman NASA Bisa Menjelajah Dua Kali Lebih Lama

Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily

Bayangkan kamu merencanakan perjalanan panjang dengan bensin pas-pasan. Ternyata mobilmu lebih ringan dari perkiraan, pengemudi mengambil rute yang sangat presisi, dan bahan bakarnya masih banyak tersisa. Perjalanan yang tadinya dijadwalkan selesai dalam 10 tahun pun bisa berlangsung jauh lebih lama.

Kira-kira begitu kabar terbaru dari Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman milik NASA. Berkat perencanaan orbit yang cermat, peluncuran SpaceX yang presisi, dan penggunaan bahan bakar yang jauh lebih hemat, Roman kini diperkirakan memiliki bahan bakar untuk sedikitnya 22 tahun operasi ilmiah potensial.

Angka ini menarik karena Roman sejak awal dirancang untuk misi utama selama lima tahun, lalu kemungkinan misi tambahan lima tahun. Totalnya: 10 tahun. Di wahana antariksa, bahan bakar adalah sumber daya yang paling menentukan umur operasional. Setiap kilogram yang berhasil dihemat bisa berarti tambahan waktu untuk mengamati galaksi, bintang, dan berbagai fenomena kosmik.

Peluang perpanjangan itu mulai terlihat setelah manuver koreksi lintasan pertama pada 31 Agustus. Manuver ini bertujuan mengarahkan Roman ke orbit tujuannya. Hasilnya sangat presisi—lebih dari 99 persen—tetapi hanya menghabiskan sekitar 40 pon atau 18 kilogram bahan bakar. Padahal, NASA sebelumnya mengalokasikan sekitar 441 pon atau 200 kilogram untuk tahap tersebut.

Baca Juga

Penghematan itu saja diperkirakan bisa menambah sekitar empat tahun operasi ilmiah potensial.

Roman juga berangkat dengan bahan bakar lebih banyak daripada perkiraan awal. Para insinyur menghitung kebutuhan berdasarkan bobot maksimum 21.605 pon atau sekitar 9.800 kilogram. Namun, saat diluncurkan, bobotnya hanya 17.760 pon atau 8.056 kilogram. Karena lebih ringan, Roman membutuhkan lebih sedikit dorongan untuk mengoreksi lintasan. Tangkinya pun bisa diisi hingga kapasitas, bukan sekadar sebanyak yang diperlukan untuk misi 10 tahun. Cadangan ini berpotensi menambah sekitar empat tahun lagi.

“Ada ruang gerak” itu memang sengaja dipertahankan sejak awal, jelas Alison Rao, pemimpin propulsi Roman di NASA Goddard Space Flight Center. Tim tidak ingin wahana kekurangan bahan bakar jika bobot akhirnya berubah selama proses pembuatan.

Penghematan belum berhenti. Karena koreksi pertama sangat akurat, koreksi kedua dapat dibuat lebih kecil dan dilakukan lebih lambat. Koreksi ini, bersama manuver memasuki orbit, diperkirakan menghemat bahan bakar untuk sekitar empat tahun tambahan lagi.

Roman ditargetkan tiba di sekitar L2—wilayah antariksa yang membantu wahana mengamati alam semesta dengan posisi relatif stabil—sekitar 100 hari setelah peluncuran. Setelah berada di sana, Roman hanya perlu melakukan pembakaran kecil untuk menjaga posisinya kira-kira setiap 28 hari.

Jadi, umur panjang Roman bukan karena satu “bonus” misterius. Ia lahir dari gabungan wahana yang lebih ringan, manuver yang sangat tepat, dan bahan bakar yang digunakan dengan hemat. Dalam misi antariksa, ketelitian kecil di awal perjalanan bisa berubah menjadi bertahun-tahun tambahan untuk mengintip rahasia alam semesta.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber ScienceDaily

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement