Mendagri Minta Jakarta Anggarkan Dana Bedah Rumah Warga

Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom

PROBACA.COM – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyarankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengubah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan memasukkan anggaran untuk perbaikan rumah tidak layak huni.

Usulan itu disampaikan Tito saat meninjau bedah rumah di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026). Ia menyinggung program tersebut sebagai salah satu cara menyelesaikan masalah di kampung yang dikenal sebagai kampung narkoba.

“Tadi disampaikan oleh bu DPRD, kemudian juga Kepala Dinas Perumahan, bahwa anggaran di DKI untuk bedah rumah hampir tidak ada, saran saya nanti disampaikan kepada Bapak Gubernur agar dibuatkan perubahan karena menyelesaikan masalah-masalah seperti Kampung Ambon, kampung narkoba, saya yakin mereka juga nggak mau untuk disebut sebagai kampung narkoba, ada kegiatan narkoba di sini, semua nggak mau,” kata Tito Karnavian.

Tito meminta anggota DPRD DKI Jakarta, Hilda, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menyampaikan saran tersebut langsung kepada Gubernur DKI Jakarta. Keduanya hadir dalam peninjauan itu.

Baca Juga

Tito mengatakan Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kebahagiaan pemimpin adalah melihat rakyatnya menjadi lebih baik lagi. Menurut Tito, upaya mewujudkan harapan itu perlu didukung pemerintah daerah.

Ia juga berharap pemerintah daerah lain menjalankan program serupa dengan menganggarkan perbaikan rumah warga tidak layak huni.

“Saya mohon juga untuk pemerintah daerah DKI juga menganggarkan program-program ini. Di sini ada DPRD-nya, karena ada banyak perumahan, saya mohon disampaikan. Dan saya mengimbau juga kepada seluruh pemerintah daerah melakukan kegiatan yang sama. Buat program yang pro rakyat kecil,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyinggung Jakarta yang tidak memiliki APBD untuk memperbaiki rumah tidak layak huni. Ia menyebut terdapat 821.840 rumah tidak layak huni di Jakarta pada 2026.

Pernyataan itu disampaikan Maruarar saat meninjau bedah rumah lansia di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Disadur dari laporan Detikcom

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement