PROBACA.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti ego pemimpin saat membahas tantangan membangun Jakarta. Menurut dia, pembangunan Ibu Kota membutuhkan kepercayaan dan kemauan bekerja sama tanpa mengedepankan kepentingan pribadi.
Pramono menyampaikan hal itu dalam kuliah umum sekaligus peresmian gedung Universitas Ciputra Jakarta di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026). Ia sebelumnya bercerita mengenai upayanya membangun Jakarta melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengusaha.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono menilai ego menjadi salah satu persoalan dalam kepemimpinan.
“Salah satu problem bangsa ini, egonya kegedean. Terutama pemimpinnya. Begitu jadi pemimpin, maunya cuma dirinya sendiri yang pengin dilihat,” kata Pramono.
Pramono mengatakan dirinya berusaha tidak lagi mempersoalkan serangan yang datang selama menjalankan tugas sebagai gubernur. Ia menegaskan hal terpenting baginya adalah bekerja untuk Jakarta.
“Kalau saya, mungkin udah nggak punya ego, jadi saya nyantai aja. Diserang juga oke, nggak diserang juga nggak apa-apa,” ujarnya.
Pramono kemudian berseloroh bahwa dirinya telah lama menghadapi berbagai dinamika dalam menjalankan pekerjaan di dunia pemerintahan.
“Tetapi memang Jakarta ini lucu. Apa, suhunya banyak banget, pesilatnya banyak banget. Untung saya ini pesilat lama juga,” ucapnya.
Pramono juga menekankan pentingnya membangun kepercayaan atau trust dalam pemerintahan. Ia mencontohkan penerapan transparansi dalam proses perizinan, termasuk yang berkaitan dengan Koefisien Lantai Bangunan (KLB).
Untuk membuat proses perizinan lebih transparan dan mengurangi ruang bagi praktik yang tidak semestinya, Pramono menyebut telah menerbitkan Pergub Nomor 11 Tahun 2026.
“Saya sebenarnya memotong tangan saya sendiri, saya memotong kewenangan saya sendiri,” tuturnya.
Menurut Pramono, kepercayaan merupakan modal penting dalam pemerintahan.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Disadur dari laporan Detikcom















































