Mengapa Kanker Muncul Lebih Muda? Tubuh Mungkin Menua Lebih Cepat

Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily

Kenapa kanker kini makin sering ditemukan pada orang yang belum berusia 55 tahun? Pertanyaan ini membuat para peneliti melirik kemungkinan yang cukup mengejutkan: jangan-jangan tubuh generasi yang lebih muda mengalami kerusakan biologis lebih cepat daripada generasi sebelumnya.

Petunjuk ke arah sana datang dari studi yang dipimpin peneliti Washington University School of Medicine di St. Louis. Tim ini menemukan bahwa, pada usia yang sama, generasi yang lahir lebih baru cenderung memiliki tanda-tanda tubuh yang secara biologis tampak lebih tua. Penuaan biologis itu juga berkaitan dengan meningkatnya risiko kanker yang muncul lebih awal.

Di sini ada dua jenis “usia”. Usia kronologis adalah angka yang dihitung dari ulang tahun—sederhananya, berapa lama kita sudah hidup. Sementara itu, usia biologis menggambarkan kondisi tubuh berdasarkan perubahan pada sel, organ, metabolisme, dan sistem fisiologis lainnya. Ibarat dua mobil sama-sama keluaran 2010, tetapi salah satunya lebih sering dipakai di jalan rusak. Tahun produksinya sama, kondisi mesinnya belum tentu.

Semakin besar jarak antara usia biologis dan usia kronologis, semakin tinggi pula risiko kanker dalam penelitian ini. Perbedaan antargenerasi terlihat pada peserta dari Inggris dan Amerika Serikat. Di Inggris, orang yang lahir pada 1965–1974 menunjukkan penuaan sistemik—penuaan tubuh secara keseluruhan—23 persen dari satu simpangan baku lebih tinggi dibanding mereka yang lahir pada 1950–1954, setelah usia kronologis diperhitungkan.

Baca Juga

Menariknya, penuaan tidak tampak memengaruhi semua bagian tubuh dengan cara yang sama. Sistem kekebalan yang terlihat lebih tua berkaitan dengan kanker paru-paru dini. Sementara itu, jaringan lemak yang tampak lebih tua berhubungan dengan kanker kolorektal dini.

Untuk mendapatkan gambaran ini, peneliti Ruiyi Tian dan tim Yin Cao menganalisis data lebih dari 154.000 orang dewasa muda dalam UK Biobank, serta lebih dari 10.000 peserta di Amerika Serikat dari program NIH All of Us. Mereka memakai penanda darah, pola metabolisme, dan data protein untuk memperkirakan usia biologis tubuh maupun organ tertentu. Hasilnya diterbitkan di jurnal Nature Medicine.

Namun, penyebabnya belum terjawab tuntas. Obesitas, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, kurang gerak, pola makan buruk, dan faktor lain memang dapat memengaruhi risiko kanker, tetapi tak satu pun tampaknya menjelaskan seluruh tren sendirian. Melalui Cancer Grand Challenges, Cao dan tim PROSPECT masih menyelidiki bagaimana lingkungan modern “tertanam” dalam tubuh dan mendorong risiko kanker.

Suatu hari, ukuran penuaan biologis mungkin membantu dokter mengenali orang yang berisiko tinggi lebih awal. Aha-nya: usia bukan hanya soal berapa lama kita hidup, tetapi juga seberapa cepat tubuh kita mengalami perubahan—dan kecepatannya bisa berbeda dari angka di kalender.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber ScienceDaily

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement