FLASH NEWS

Sekali Sauna, Sel Imun Mendadak Berkeliling Tubuh

Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily

PROBACA.COM – Pernah membayangkan sel-sel imun di tubuh mendadak seperti petugas keamanan yang keluar dari posnya lalu menyebar memeriksa seluruh kompleks? Itulah gambaran menarik yang terlihat setelah seseorang menjalani satu sesi sauna.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa mandi sauna dapat memobilisasi sel imun yang biasanya berada di jaringan tubuh. Sel-sel itu kemudian masuk ke aliran darah dan beredar lebih luas, setidaknya untuk sementara. Ibarat petugas ronda yang meninggalkan pos untuk mengecek gang-gang sekitar, pergerakan ini mungkin membantu sistem kekebalan memantau ancaman seperti bakteri dan virus.

Dalam penelitian tersebut, semua jenis sel darah putih yang diukur mengalami peningkatan di dalam aliran darah. Dua kelompok yang ikut melonjak adalah neutrofil dan limfosit.

Neutrofil termasuk “pasukan pertama” yang biasanya merespons ketika terjadi infeksi. Sementara itu, limfosit mencakup sel-sel yang bisa mengenali ancaman tertentu, menghasilkan antibodi, serta membantu mengatur koordinasi respons imun.

Baca Juga

Tapi efeknya bukan perubahan permanen. Sekitar 30 menit setelah sesi sauna berakhir, jumlah neutrofil dan limfosit kembali ke tingkat semula. Jadi, sauna ini lebih mirip mengadakan apel singkat bagi pasukan imun—bukan menambah jumlah pasukan secara permanen.

“Hal ini mungkin menunjukkan bahwa mandi sauna memobilisasi sel darah putih tambahan ke dalam aliran darah dari jaringan, lalu sel-sel tersebut ditempatkan kembali setelah sesi berakhir,” ujar Ilkka Heinonen, Academy Research Fellow di University of Turku.

Menurut Heinonen, pelepasan sel darah putih ke aliran darah secara berkala dapat menguntungkan. Begitu meninggalkan tempat penyimpanannya, sel-sel tersebut lebih mampu berpatroli di tubuh dan merespons patogen. Proses pengawasan semacam ini dikenal sebagai immune surveillance, atau pengawasan imun.

Dalam proses tersebut, sel imun tidak hanya diam di satu lokasi. Mereka bergerak melalui aliran darah dan jaringan, mencari tanda-tanda infeksi atau kelainan lain. Dengan jumlah sel darah putih yang beredar meningkat sementara, tubuh mungkin menjadi lebih siap mendeteksi potensi ancaman.

Menariknya, respons serupa juga terjadi saat berolahraga. Aktivitas fisik dapat meningkatkan sementara jumlah sel imun yang bergerak melalui aliran darah, sehingga sel-sel itu tersebar ke berbagai bagian tubuh. Temuan ini mengisyaratkan bahwa sauna mungkin memicu respons jangka pendek yang sebanding, meski bukan berarti keduanya memberikan manfaat imun yang sama.

Para peneliti juga memeriksa sitokin. Ini adalah protein-protein kecil yang dipakai sel imun untuk “berkomunikasi”, misalnya dalam mengatur peradangan, mengoordinasikan pertahanan tubuh, dan mengarahkan respons terhadap infeksi.

Secara umum, sesi sauna hanya menyebabkan sedikit perubahan pada rata-rata kadar sitokin di dalam darah. Namun, ketika diperiksa lebih dekat, peneliti menemukan hubungan menarik antara beberapa sitokin dan kenaikan suhu tubuh.

“Menariknya, kadar beberapa sitokin berubah sejalan dengan seberapa besar suhu tubuh meningkat selama mandi sauna. Tidak ada hubungan serupa antara jumlah sel darah putih dan perubahan suhu tubuh,” kata Profesor Jari Laukkanen, pemimpin penelitian dari University of Eastern Finland.

Artinya, bagian-bagian berbeda dari sistem imun mungkin merespons sauna melalui proses fisiologis yang berbeda. Beberapa molekul sinyal tampaknya terpengaruh oleh kenaikan suhu tubuh, sedangkan jumlah sel darah putih tidak menunjukkan pola yang sama.

Temuan ini menambah petunjuk mengenai apa yang terjadi di dalam tubuh selama sauna. Penelitian sebelumnya memang telah mengaitkan kebiasaan sauna secara rutin dengan sejumlah potensi manfaat kesehatan. Namun, studi terbaru ini belum bisa membuktikan bahwa sauna memberikan peningkatan fungsi imun dalam jangka panjang atau menurunkan risiko seseorang jatuh sakit.

Alasannya sederhana: penelitian ini hanya mengamati efek langsung dari satu sesi sauna, dan perubahan sel darah putih yang terlihat berlangsung singkat. Selain itu, sesi tersebut juga mencakup mandi air dingin singkat. Jadi, hasilnya menggambarkan gabungan rutinitas sauna dan pendinginan, bukan efek panas sauna saja.

Penelitian ini melibatkan 51 orang dewasa dengan usia rata-rata 50 tahun. Hasilnya diterbitkan dalam jurnal ilmiah Temperature, yang berfokus pada penelitian tentang pengaturan suhu tubuh dan pengaruhnya terhadap fisiologi manusia.

Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apa arti perubahan singkat ini bagi kesehatan dalam jangka panjang. Namun, satu hal sudah terlihat: bahkan satu kali sesi sauna dapat dengan cepat mengubah cara sel imun beredar di dalam tubuh.

Nah, sauna bukan sekadar urusan keringat dan rileksasi. Untuk sesaat, panasnya tampak membuat pasukan imun meninggalkan pos, berkeliling lebih luas, lalu kembali lagi—sebuah patroli singkat yang memperlihatkan betapa dinamisnya pertahanan tubuh kita.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Disadur dari ScienceDaily

Lanjut Membaca
Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement