Menkomdigi Sebut Instagram hingga YouTube Berisiko Tinggi bagi Anak

Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom

PROBACA.COM – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) RI Meutya Hafid menyebut Indonesia menggunakan penilaian berbasis risiko untuk menentukan tingkat risiko media sosial bagi anak. YouTube dan seluruh platform grup Meta, termasuk Instagram serta Threads, masuk kategori berisiko tinggi.

“Platform YouTube kita anggap berisiko tinggi, berarti tidak boleh untuk anak-anak. Platform seluruh grup Meta, Instagram, Threads, apa lagi, itu juga kita anggap risiko tinggi, maka tidak boleh untuk anak-anak,” kata Meutya dalam diskusi yang digelar Kosgoro di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

Menurut Meutya, status risiko platform media sosial tersebut dapat diturunkan jika dilakukan perubahan. Ia menyebut indikator penentuan tingkat risiko media sosial untuk anak disusun berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah pihak.

“Pada ujungnya yang kita inginkan bukan hanya men-delay usia anak-anak masuk ke ranah risiko tinggi, tapi gerakan yang kita harapkan adalah gerakan dari para platform risiko tinggi untuk merendahkan risiko mereka demi mengakses pangsa pasar digital anak-anak di Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga

Meutya juga meminta setiap platform digital menilai sendiri tingkat risiko layanannya. Ke depan, tiap platform didorong mencantumkan batasan umur seperti yang berlaku dalam perfilman.

“Jadi, kita ingin nanti ke depan mereka seperti di perfilman, Bapak Ibu. Mereka sudah bisa jujur untuk menilai dirinya sendiri, ‘Kami pantas untuk 17 tahun ke atas atau dewasa,’ ‘Kami pantas untuk anak-anak’,” ujarnya.

Dorongan tersebut diatur melalui peraturan pemerintah (PP) tentang perlindungan anak di ruang digital. Setiap platform juga didorong melakukan pengaturan layanan dan menerapkan verifikasi usia.

“Hal yang sangat sederhana seperti itu sebelumnya tidak pernah dilakukan, semua merasa bahwa mereka cukup aman untuk 13 tahun ke atas. Jadi, ini yang kita dorong dari PP ini,” sebutnya.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Disadur dari laporan Detikcom

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement