PROBACA.COM – Etsy memperketat aturan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam listing untuk mengurangi banyaknya konten AI berkualitas rendah di platform tersebut.
Dalam sebuah unggahan, Etsy menyatakan bahwa “banyak pembeli aktif mengatakan mereka tidak bisa membedakan item mana yang melibatkan konten hasil AI”. Para penjual juga “khawatir karya mereka muncul berdampingan dengan item yang menggunakan AI dengan cara yang menyesatkan”, sehingga perusahaan menerapkan kebijakan dan pembatasan baru.
Berdasarkan kebijakan tersebut, setiap listing wajib menyertakan “setidaknya satu foto tanpa penyuntingan dari produk sebenarnya dengan latar belakang nyata”. Seluruh foto juga harus “secara akurat merepresentasikan barang yang akan diterima pembeli”.
Foto selain foto pertama masih boleh diedit menggunakan perangkat lunak atau alat berbasis AI, selama “hasil akhirnya tetap menjadi representasi akurat dari produk fisik”. Etsy membagikan sejumlah contoh gambar menyesatkan yang dilarang, termasuk gambar boneka kucing.
Saat penjual mengunggah foto untuk sebuah listing, Etsy akan menampilkan pop-up jika sistem mendeteksi kemungkinan gambar tersebut dibuat dengan AI. Melalui pop-up itu, penjual dapat menyatakan apakah gambar tersebut dibuat menggunakan AI atau tidak.
Jika pembeli melaporkan bahwa barang yang diterima “berbeda secara material” dari yang ditampilkan dalam listing, penjual dapat bertanggung jawab untuk memberikan pengembalian dana.
Aturan baru ini juga berlaku bagi penjual yang menawarkan “panduan fungsional”, termasuk pola, resep, atau instruksi. Etsy menyatakan bahwa informasi dalam produk tersebut “harus merupakan karya Anda sendiri, bukan dibuat oleh AI”. Penjual juga harus menampilkan “hasil nyata” yang dibuat berdasarkan panduan tersebut.
Etsy turut menyatakan bahwa listing yang dibuat oleh bot kini tidak lagi diperbolehkan. Namun, penjualan karya seni yang dibuat AI masih diizinkan di platform tersebut, dengan syarat penjual mengungkapkan bahwa karya itu dibuat menggunakan AI.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Disadur dari Theverge
















































